Sunday, 08 December 2019

Tarik Ongkos Rp 4000, Puluhan Angkutan Umum Ditilang

Rabu, 14 Desember 2016 — 21:33 WIB
Petugas gabungan UPT Dishubtrans DKI Jakarta dan petugas Terminal Blok M menindak 42 bus sedang yang kedapatan menarik ongkos Rp4.000 per penumpang di Terminal Blok M, Jaksel, Rabu (14/12). (Rachmi)

Petugas gabungan UPT Dishubtrans DKI Jakarta dan petugas Terminal Blok M menindak 42 bus sedang yang kedapatan menarik ongkos Rp4.000 per penumpang di Terminal Blok M, Jaksel, Rabu (14/12). (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Jajaran UPT Dinas Perhubungan DKI Jakarta menilang 42 angkutan umum di Terminal Blok M, Jakarta Selatan yang menaikkan tarif, Rabu (14/12/2016).

Penumpang mendukung aksi tersebut karena hingga kini awak bus sedang seperti Metro Mini dan Kopaja masih menarik ongkos Rp4.000 per penumpang. “Kami jengkel karena awak bus tetap ngotot minta Rp4.000 per penumpang. Razia seperti ini harus digenjot setiap hari supaya mereka kapok,” keluh Maryati, karyawati swasta.

Kepala Terminal Blok M, Mulya menjelaskan razia tersebut merespon keluhan masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui SMS Aspirasi Warga Jakarta di Pos Kota.

Isi pesannya: “Plt Gubernur DKI Jakarta. Kami penumpang angkutan umum kecewa dan jengkel karena sebagian awak bus di Terminal Blok M membandel dengan menarik ongkos Rp4.000/penumpang dari seharusnya Rp3.500/penumpang untuk bus sedang. Mohon petugas terkait supaya lebih sering menindak awak bus bermasalah itu. Terima kasih. 081298274xxx.

Mulya, Kepala Terminal Blok M menegaskan pihaknya rutin menertibkan ratusan bus yang ada di wilayahnya khususnya terkait penerapan tarif. Hal ini sesuai Pergub Nomor 79 Tahun 2016 tentang tarif angkutan antara lain angkot, mikrolet menjadi Rp3.000 dari Rp3.500. Sedangkan bus sedang dan besar turun Rp500 menjadi Rp3.500.

“Kenyataannya hingga kini mayoritas awak bus sedang tetap saja menarik ongkos dengan tarif lama (Rp4.000 per penumpang) karena berdalih tidak ada recehan Rp500,” tandasnya, Rabu (14/12/2016).

Selain menilang bus nakal, petugas kembali memasang sekitar 200 stiker berisi Pergub Nomor 79 Tahun 2016 tentang tarif angkutan di setiap bus yang masuk di terminal tersebut. (Rachmi)