Monday, 21 October 2019

Jalan Rusak di Pantai Anyer Hantui Pesta Tahun Baru

Kamis, 29 Desember 2016 — 8:18 WIB
ilustrasi

ilustrasi

ANYER (Pos Kota) – Kondisi infrastruktur jalur wisata menuju Pantai Anyer dan sekitarnya dikeluhkan sejumlah pengelola hotel dan restoran.

Kondisi jalan yang rusak dan sempit dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan bagi wisatawan yang akan merayakan pesta malam tahun baru di pinggir pantai. Mereka berharap instansi terkait segera memperbaiki kondisi jalan agar tidak timbul kemacetan.

“Sebagai pengelola hotel, kita berharap instansi terkait segera melakukan perbaikan infrastruktur jalan rusak. Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata meningkat dari Rp12 miliar menjadi Rp15 miliar tapi masih dianaktirikan,” kata Hardomo, Penasehat PHRI Kabupaten  Serang kepada poskotanews.com.

General Manager Pisita Cottage ini menyebutkan beberapa titik jalan rusak berada di sepanjang Pantai Anyer – Carita. Kondisi jalan rusak dan sempit ini dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan disepanjang jalur pantai. Sedangkan untuk jalur lingkar selatan (JLS) yang berlokasi di wilayah Cilegon Timur meski kondisi jalannya sudah bagus namun ada beberapa jembatan yang kondisinya belum 100 persen dan masih dalam pembangunan.

“Yang saya lihat, dari 6 titik jembatan di JLS yang dibangun baru 2 titik yang terlihat sudah bisa digunakan, sedangkan 4 lainnya belum selesai. Jadi kami khawatir akan terjadi antrian kendaraan di jalur JLS hingga ke gerbang tol Cilegon Timur, soalnya para wisatawan lebih banyak menggunakan jalur ini,” kata Hardomo.

Untuk di jalur disepanjang pantai, tambah Hardomo, kerusakan di jalur wisatawa yang dikenal sebagai jalan Deandles ini lebih disebabkan karena pemerintah daerah kurang fokus membangunan drainasse, sehingga ketika hujan turun, air tidak cepat mengalir dan mempercepat kerusakan jalan. Hardomo juga menambahkan, seiring meningkatnya PAD sektor pariwisata setiap tahunnya, pemerintah sudah seharusnya pemda segera melakukan pelebaran jalan dan pembuatan drainasse.

“Dari jaman Deandles, Jawa Barat sampai era Gubernur Banten Rano Karno, kondisi jalannya sama…sempit. Jadi kalaupun jalannya bagus tetap aja macet karena tidak sejalan dengan pertumbuhan kendaraan, apalagi ditambah kalau jalannya rusak,” tandasnya dengan nada kesal.

Keluhan pengelola hotel ini bisa dimaklumi Tusnedi, salah seorang wisatawan asal Kabupaten Serang. Pria yang mengaku warga Kecamatan Ciruas ini menceritakan kekesalannya ketika terjebak macet pada libur yang sama tahun 2016 di Pantai Anyer. Karena jembatan di jalur JLS tidak rampung, karyawan swasta ini mengaku baru lolos dari kemacetan setelah 5 jam antri.

“Kalau kondisi jalannya masih sama, saya yakin wisatawan lokal pada ogah ke pantai. Yang datang ke Anyer paling paling, wisatawan yang tidak tahu saja dan sudah terlanjur kejebak macet,” kata Tusnedi.
(haryono/sir)