Monday, 21 October 2019

Diduga jadi Tempat Prostitusi, Panti Pijat Ditutup

Kamis, 5 Januari 2017 — 17:09 WIB
M Syahri  Kepala Trantib Ciledug bersama Kanit  Ahmad Joelkarnain sebagai  penyidik Perda Kota Tangerang melakukan monitoring,

M Syahri Kepala Trantib Ciledug bersama Kanit Ahmad Joelkarnain sebagai penyidik Perda Kota Tangerang melakukan monitoring,

TANGERANG (Pos Kota)- Dua panti pijat diduga melakukan praktek prostitusi telah ditutup oleh pihak Trantib Kecamatan Ciledug.

“Kami melakukan tindakan tegas bila ditemukan panti pijat melanggar peraturan daerah (Perda),” kata M Sahri, Kepala Trantib Kecamatan Ciledug, Kamis (5/1).

Sahri menyampaikan itu usai memantau panti-panti pijat di wilayah kerjanya. “Kita melakukan tugas monitoring rurin, tiga kali setiap bulan,” ucapnya.

“Kita juga seringkali melibatkan pihak kepolisian dan TNI dalam beberapa kali razia,” katanya. Karena ada beberapa usaha seperti ini yang dibacking oknum-oknum aparat. Dengan melibatkan petugas polisi serta TNI, permasalahan adanya backing bisa diatasi.

Menurut Sahri, di wilayah yang jadi tanggungjawab tugasnya ada belasan usaha panti pijat. “Sepanjang mereka tidak melanggar perda tentu tidak ada masalah,” ucapnya. Namun apabila diketahui melanggar Perda maka segera diberikan sanksi penutupan.

“Tidak ada lagi surat peringatan karena dengan pemantauan rutin ini kita sekaligus memberi penyuluhan. Jadi udah ada sosialisasi,” katanya lagi.

Dijelaskan, bentuk-bentuk pelanggaran perda, yakni melakukan tindakan prostitusi, menjual minuman keras maupun mempekerjakan orang di bawah umur.(Awang)

Terbaru

Ilustrasi
Senin, 21/10/2019 — 9:24 WIB
Korsleting Listrik, Kantor Berlantai Dua Terbakar
Kasatpol PP Jakarta Selatan Ujang Hermawan.  (wandi)
Senin, 21/10/2019 — 8:55 WIB
Soal Panti Pijat Plus-Plus, Satpol PP Siap Sidak
Ilustrasi
Senin, 21/10/2019 — 8:45 WIB
Putus Sudah Urat Malunya
Joko Widodo mengucapkan sumpah jabatan saat pelantikannya sebagai Presiden RI periode 2019-2024. (timyadi)
Senin, 21/10/2019 — 8:17 WIB
Jangan Asal Pilih Menteri