Sunday, 15 December 2019

Polisi Bongkar Pelacur Belia Via Online, Dua Mucikari Ditangkap

Jumat, 20 Januari 2017 — 11:57 WIB
Tersangka mucikari yang menawarkan jasanya menggunakan media sosial diamankan di Mapolrestro Bekasi Kota. (saban)

Tersangka mucikari yang menawarkan jasanya menggunakan media sosial diamankan di Mapolrestro Bekasi Kota. (saban)

BEKASI (Pos Kota)- Sejumlah apartemen di wilayah Kota Bekasi, dijadikan lokasi prostitusi wanita di bawah umur. Para mucikari menawarkan mereka melalui media sosmed, baik akun facebook, twitter, instagram dan whatshapp.

Anggota Reserse Kriminal khusus (Reskrimsus) Polrestro Bekasi Kota, berhasil membongkar jaringan itu dan diduga masih ada beberapa mucikari yang kabur, “Ada dua mucikari yang kami amankan dan mereka semuanya perempuan,” ujar AKP Wahid Key, Kepala Unit Krimsus Satreskrim Porestro Bekasi Kota, Jumat (20/1/2017).

BQ, 30 dan TJ, 23, dibekuk aparat Krimsus setelah diamati dan dipancing oleh anggota untuk menyediakan wanita muda belia, “Mereka biasa melakukan prostitusi di apartemen Center Point,” ujar Wahid Key.

Awal terbongkarnya aksi pelacuran online ini, bermula dari sebuah akun twitter yang menawarkan wanita muda dan siap bermain di apartemen dengan tarif berkisar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta sekali main.

Polisi pun menyamar sebagai lelaki hidung belang dan meminta disediakan wanita yang diinginkan, “Melalui pesan singkat akhirnya anggota pun ke lokasi apartemen Center Point di Kelurahan Margajaya, Bekasi selatan.

Saat datang dua wanita yang bertugas sebagai mucikari menawarkan tiga wanita salah seorang di antaranya AC, yang baru berusia 16 tahun dan berstatus putus sekolah. Polisi pun tidak tinggal diam, kedua mucikari itu digiring ke Mapolrestro.

Dari kasus itu, penyidik menyita barang bukti berupa 4 kondom baru, 2 kondom bekas pakai, 9 HP, pakaian dalam wanita, uang Rp 1,250 juta, 3 dompet, dan akte kelahiran. “Masih ada dua mucikari lagi yang bertugas mencari pelanggan dan umumnya para pejabat dan juga kalangan eksekutif di Kota Bekasi,” sebut Wahid.

Kedua mucikari ini disangkakan dengan pasal berlapis tentang tindak pidana perdagangan orang, dan perlindungan anak. “Ancamanya 15 tahun penjara,” ujar Wahid.

(saban/sir)