Sunday, 15 December 2019

Wakil Walikota Akui Depok Masih Kekurangan Gedung SD dan SMP

Jumat, 20 Januari 2017 — 15:04 WIB
Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna bersama Kepala Disdik setempat M. Thamrin dan seluruh jajaran guru serta siswa SMPN 20 Depok. (anton)

Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna bersama Kepala Disdik setempat M. Thamrin dan seluruh jajaran guru serta siswa SMPN 20 Depok. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menyatakan pembangunan sarana belajar dan mengajar mulai tingkat SD dan SMP di Kota Depok menjadi perhatian serius Pemkot untuk meningkatkan mutu pendidikan anak. Terlebih sarana itu dirasakan masih kurang saat menjelang penerimaan siswa baru.

“Pembangunan sarana gedung sekolah khususnya untuk tingkat SMP Negeri menjadi salah satu prioritas Pemkot Depok terlebih anggaran tahun 2016 lalu masih banyak kekurangan dalam melakukan perehaban sarana dan prasarana belajar,” kata Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, saat meresmikan gedung SMPN 20 Depok di Perum Graha Pancoran Mas Indah, Jumat (20/1).

Dalam kesempatan itu, Wakil Walikota Pradi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Depok  M. Thamrin dan Kepala Sekolah  SMPN 20 Depok Salim Bangun.

Menurut Pradi, keberadaan ruang belajar dan mengajar yang diperuntukan untuk kelas VII dan VIII dengan delapan unit ruangan antara lain enam unit ruangan untuk kegiatan belajar dan mengajar, satu ruangan untuk guru, satu ruangan untuk tata usaha dan kepala sekolah diharapkan dapat memperlancar kegiatan pendidikan.

Menurut Pradi Supriatna, dengan selesainya pembangunan dan pemakaian gedung sekolah yang baru untuk SMPN 20 Depok diharapkan siswa dapat lebih berkosentrasi mendapatkan pendidikan.

“Manfaatkan dengan baik gedung baru SMPN 20 Depok jaga kebersihan, tanam pohon pelindung dan ketertiban lingkungan,” tutur Pradi Supriatan yang menambahkan siswa kelas VII dan VIII harus rajin kesekolah menuntut ilmu sehingga tercapai cita-cita yang diinginkan.

KELAS IX MASIH NUMPANG

Kepala Disdik Depok M. Thamrin, mengakui untuk siswa kelas IX yang berjumlah 271 siswa SMPN 20 Depok masih menumpang di SMPN 1 Depok, Jl. Raya Pemuda, Depok Lama karena sarana maupun prasaran masih kurang digedung yang baru sehingga menumpang di SMPN 1 Depok terlebih menjelang ujian nasional.

“Gedung SMPN 20 yang hanya memiliki delapan ruangan memang masih jauh dari harapan yang diinginkan orang tua murid maupun masyarakat untuk menampung seluruh siswa yang ada,” tuturnya sehingga jam masuk sekolah dibagi dua yaitu kelas VII yang berjumlah 240 orang masuk pagi dan kelas VIII sebanyak 231 siswa masuk siang.

Untuk mengejar target yang direncanakan terhjadap sejumlah pembangunan sarana maupun prasaran pendidikan khususnya gedung SMP N di Kota Depok, imbuh dia, setiap tahun targtenya dibangun dua unit sekolah dari enam sekolah setingkat SMPN yang belum memiliki gedung antara lain SMPN 21, 22, 23, 24, 25 dan 26. Kegiatan belajar mereka kebanyakan menumpang di gedung SDN dan SMPN yang terdekat. (anton/win)