Friday, 06 December 2019

Riki Beli Sapi Rp20 Juta dengan Uang Palsu

Jumat, 3 Februari 2017 — 21:37 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

BANDUNG (Pos Kota) – Sehari setelah membeli domba dan sapi seharga Rp20 juta, sindikat pengedar uang palsu, di Kabupaten Sumedang ditangkap polisi, Jumat (3/2/2017).

Tiga tersangka adalah Riki (23), Yakub (38), dan Unus (43). Polisi mengamankan barang bukti berupa 20 juta uang palsu pecahan Rp50 ribu, laptop, dan tinta serta potongan kertas.

Kapolres Sumedang AKBP Agus Imas Rifai, menjelaskan terungkapnya sindikat pencetak dan pengedar uang palsu ini berawal dari laporan Agus Setiawan (35), warga Sindangsari, Sumedang. Ia menjual domba dan sapi ke Riki dan dibayar dengan uang palsu.

“Ketahuan uang itu palsu ketika uang korban ditolak berbelanja perhiasan menggunakan uang hasil penjualan ternak,“ kata Kapolres. Dengan adanya kejadian itu, korban melaporkan tersangka Riki ke Polsek Tanjungsari. Hanya dalam waktu sehari, tim reskrim menangkap tersangka Riki. Tersangka ditangkap saat bersembunyi di langit-langit rumahnya.

Di hadpan penyidik Riki akhirnya ‘bernyanyi’. Ia mengaku mendapatkan uang palsu dari Unus dengan cara membelinya. “Tersangka membeli 20 juta uang palsu seharga Rp10 juta,“ kata kapolres.

Dari pengakuan itu, tersangka Unus ditangkap di rumahnya di Kota Bandung. Dalam pemeriksaan Unus mengaku upal didapat dari Yakub asal Garut. Ia membeli 30 juta uang palsu seharga Rp10 juta.

“Semua tersangka sudah ditangkap, dan barang bukti sudah diamankan,“ tandas Kapolres.

Para tersangka menggeluti bisnis upal sejak Oktober 2016. Sasaran peredarannya daerah Sumedang, Garut dan Bandung. Akibat perbuatannya tersangka terancan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar karena melanggar UU No 8 Tahun 2011 tentang mata uang. (dono/yp)