Tuesday, 12 November 2019

Masjid Raya Jakarta Krisis Air Bersih

Selasa, 7 Februari 2017 — 1:15 WIB
Mesjid Raya Jakarta di Jalan Daan Mogot yang pembangunannya telah mencapai 80 persen

Mesjid Raya Jakarta di Jalan Daan Mogot yang pembangunannya telah mencapai 80 persen

JAKARTA (Pos Kota) – Pembangunan Masjid Raya Jakarta di Jalan Daan Mogot, Cengkareng,Jakarta Barat diperkirakan rampung Maret tahun ini. Namun krisis air bersih mengancam operasional sarana ibadah umat Islam tersebut.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI, Arifin, mengungkapkan pembangunan mesjid raya yang menelan anggaran Rp170 miliar saat ini telah mencapai 80 persen.

“Proyek pembangunan tidak ada masalah dan ditargetkan akan rampung pada Maret mendatang, Namun untuk sarana lainnya memang belum,” ujar Arifin, Senin (6/2).

Salah satu sarana yang belum tersedia ialah instalasi air pipa. Menurutnya selama ini, untuk memenuhi kebutuhan air, warga di sekitar mesjid raya dan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pesakih, masih mengandalkan air tanah. Itupun dengan kapasitas yang terbatas.

“Masalahnya adalah ketersediaan air bila nanti mesjid ini sudah bisa digunakan oleh warga. apalagi nantinya mesjid ini memiliki kapasitas jamaah yang mencapai 11 ribu orang pasti membutuhkan air yang cukup banyak untuk mereka berwudhu,” ucap mantan Wakil Walikota Jakpus tersebut.

SUDAH DILAPORKAN

Lebih lanjut Arifin mengaku telah melaporkan dan berkoordinasi terkait kondisi ini dengan pihak terkait. Dalam hal ini pihak PAM Jaya. Namun dikatakan Arifin, air baku untuk penyediaan air bersih di wilayah tersebut memang belum ada.

“Jadi ya memang sampai saat ini masih menggunakan air tanah. Tentu kapasitasnya tidak sebanyak bila tersedia air pipa,’ tandas Arifin.

Bila memanfaatkan waduk yang ada di Rawa Buaya kapasitas airnya juga belum mampu memenuhi kebutuhan warga dan masjid.

TAK CUKUP

Minimnya ketersediaan air bersih diakui Amri, warga Rusunawa Pesakih yang berlokasi tidak jauh dari Mesjid Raya Jakarta. “Sekarang belum ada pipa air. Airnya cuma netes. Kami berharap segera dipasangi pipa air di wilayah ini,” tuturnya.

Dikatakannya dengan 8 blok Rusunawa yang terbangun saja air sudah cukup langka. Apalagi nantinya bila mesjid yang berdiri di atas lahan 2 haktar tersebut sudah dapat digunakan warga untuk beribadah. “Pasti airnya nggak bakal mencukupi,” kata Amri.

Seperti diketahui groundbreaking Mesjid Raya Jakarta dilakukan mantan Gubernur DKI yang saat ini menjadi Presiden RI, Joko Widodo pada 29 September 2014. Rencananya mesjid tersebut akan memiliki daya tampung 11 ribu jemaah dan dibangun dengan nuansa serta ornamen budaya Betawi. (guruh)