Wednesday, 23 October 2019

AHY: Jangan Benturkan Islam dengan NKRI

Kamis, 9 Februari 2017 — 17:50 WIB
AHY saat tablig akbar di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru (ikbal)

AHY saat tablig akbar di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru (ikbal)

JAKARTA  (Pos Kota) – Calon Gubernur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengakui, tensi Pilkada DKI Jakarta jelang hari pemilihan semakin tinggi. Warga Jakarta terbelah dalam menentukan calon pemimpinnya.

Begitupun pemilih dari kalangan muslim di Jakarta, juga  berbeda dalam menyikapi pendapat bahwa pemimpin harus dari kalangan muslim. Dalam demokrasi yang dianut Indonesia, dinyatakan setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban dalam proses demokrasi.

Terhadap kedua pandangan tersebut, calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan dalam menyikapi hal itu, warga dapat saling menghormati.

Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono ini juga menolak jika Islam dibenturkan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam proses demokrasi di Indonesia.

“Kita harus menghormati satu sama lain. Islam adalah agama yang menghadirkan kesejukan dan kesatuan di NKRI. Jangan sampai ada yang membenturkan Islam dan NKRI,” ujar AHY saat tablig akbar di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/2/2017).

Agus melihat, nilai Islam juga terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara. Dikatakannya, Islam juga bagian dari demokrasi Indonesia. Agus berjanji akan menggandeng kalangan mayoritas maupun minoritas jika terpilih menjadi Gubernur.

“Tidak ada alasan mengatakan Islam tidak cocok dengan demokrasi. Itu salah besar. Insya Allah jika saya terpilih, kita semua akan meju bergandengan tangan. Kita akan memajukan Jakarta ini bersama,” tegasnya. (ikbal/win)