Wednesday, 16 October 2019

Sowan Wiranto, Habib Rizieq Minta Penegakan Hukum Tak Direkayasa

Kamis, 9 Februari 2017 — 20:38 WIB
Habib Rizieq kunjungi rumah dinas Menko Polhukam Wiranto, (repro TVOne)

Habib Rizieq kunjungi rumah dinas Menko Polhukam Wiranto, (repro TVOne)

JAKARTA (Pos Kota) – Para tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, termasuk Habib Rizieq Syihab mendatangi rumah dinas Menkopolhukam Wiranto untuk bersilaturahmi. Kepada Wiranto, Rizieq meminta penegakan hukum tidak direkayasa.

Menurut Wiranto, Rizieq merupakan teman lama, yakni sejak era reformasi 1998. Usai pertemuan kali ini, Wiranto menyatakan, ada pembicaraan soal penegakan hukum. Wiranto mengatakan pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi sedang membangun penegakan hukum yang bermatabat. “Hukum akan ditegakkan secara proporsional,” kata Wiranto.

Terhadap pernyataan itu, Rizieq menimpali, bahwa dirinya berterima kasih atas komitmen penegakan hukum tersebut dan juga mengingatkan perlunya penegakan hukum yang tidak direkayasa. “Terima kasih Pak Wiranto soal penegakan hukum untuk tidak direkayasa dan tidak dibuat-buat. Kami sambut dengan baik,” ujar Rizieq yang kini ditimpa berbagai masalah hukum itu.

Rizieq saat ini tengah menghadapi proses hukum terkait kasus penodaan Pancasila yang disidik Polda Jabar. Rizieq sendiri memastikan dirinya tak pernah menghina Pancasila.

“Masalah di negeri ini soal penegakan keadilan terhadap siapapun, ini harus disambut agar penegakan hukum ke depan lebih proporsional dan profesional,” sambung Rizieq.

Dalam kesempatan itu, Rizieq juga menyampaikan bahwa Aksi 114 dipindahkan ke Istiqlal, yang semula di Monas ke Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Dalam rombongan ini, ada juga tokoh di Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir, yang belakangan juga diperiksa polisi. (win)