Friday, 15 November 2019

Masjid Raya Jakarta Akhir Maret 2017 Rampung

Senin, 27 Februari 2017 — 15:14 WIB
masjid-raya-jakarta

JAKARTA (Pos Kota) – Keinginan warga Jakarta untuk memiliki masjid raya seperti kota-kota lain segera terealisasi. Pasalnya, proses pembangunan Masjid Raya Jakarta, di Jalan Daan Mogot KM 14, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, akhir Maret 2017 ini sudah rampung.

“Masjid Raya di Daan Mogot itu diperkirakan, akhir Maret (2017) secara fisik sudah harus selesai,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Arifin, di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2017).

Menurut Arifin, perkiraan selesainya pembangunan Masjid Raya Jakarta ini berdasarkan kontraktualnya antara Dinas Perumahan dengan kontraktor.

Arifin menyatakan, dirinya  sudah melihat perkembangan proses pembangunan masjid raya itu. “Pembangunannya sudah 80 persen lebih ya. Mudah-mudahan akhir Maret selesai,” ujarnya.

Masjid Raya Jakarta ini akan menjadi masjid terbesar kedua setelah masjid Istiqlal. Arifin memaparkan, rencananya masjid tersebut akan memiliki daya tampung 12.500 jemaah dan dibangun dengan nuansa serta ornamen budaya Betawi.

Arifin pun menyebut masjid yang proses pembangunannya sudah dimulai sejak 2014 itu memiliki perbedaan dari masjid raya lainnya. Selain memiliki ruang serbaguna, dan mezanin, juga akan ada diantaranya ruang buat sarana pendidikan, ruang untuk ekonomi, dan ruang perkantoran untuk beberapa organisasi seperti dewan masjid dan sebagainya.

“Jadi konsepnya itu masjid Nabi ya. Sebutnya masjid nabi yang mana di dalamnya mengembangkan berbagai fungsi, bukan cuma sarana ibadah. Tapi juga ada sarana pendidikan, sarana sosial, sarana ekonomi, seperti itu,” paparnya.  “Kemudian juga menaranya, kalau gak salah ada lima ya, mengacu kepada rukun Islam,” imbuhnya.

Proyek pembangunan Masjid Raya Jakarta ini diresmikan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), saat dia masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ahok berharap, masjid yang dibangun di atas lahan sekitar 18 hektar itu dapat menjadi ikon dan kebanggaan warga Jakarta. (julian/win)