Wednesday, 13 November 2019

Rizieq Jadi Saksi, Ahok Pelajari BAP

Senin, 27 Februari 2017 — 20:25 WIB
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam sidang dugaan penistaan agama yang digelar PN Jakarta Utara.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam sidang dugaan penistaan agama yang digelar PN Jakarta Utara.

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terburu-buru n meninggalkan Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2017) malam.

Padahal, masih banyak wartawan yang mencegatnya untuk melontarkan sejumlah pertanyaan. Sambil terus berjalan, Ahok kemudian hanya sempat menjawab beberapa pertanyaan.

Salah satunya, mengenai kesiapannya menghadapi sidang ke-12 perkara dugaan penodaan agama yang akan dihadirkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab Selasa (28/2/2017).

“Iya, ini mau pulang, mau baca BAP,” ucapnya, singkat, sambil terus berjalan menuju mobil yang akan membawanya pulang.

Sejumlah wartawan kembali terus mencecarnya dengan pertanyaan tentang sidang besok. Namun, dia tetap enggan memberikan banyak jawaban.

“Lihat saja besok ya,” imbuhnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Rizieq, Muhammad Kapitra Ampera memastikan, Rizieq akan hadir memberikan keterangan sebagai ahli bidang agama dalam sidang Ahok, besok. Dia pun mengatakan, keterangan kliennya itu bakal membuat Ahok tak berkutik.

“Beliau ahli agama, saya pikir pernyataan beliau besok akan membuat telak untuk Ahok,” katanya, saat dihubungi, tadi sore.

Selain Rizieq, JPU juga akan menghadirkan ahli hukum pidana, Abdul Chair Ramadhan. Persidangan masih akan kembali digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Ahok dijadikan terdakwa dalam perkara dugaan penodaan agama setalah menyebut surat Al Maidah ayat 51 saat bertatap muka dengan warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 27 September 2016. Dia didakwa dengan Pasal 156 KUHP yang ancaman hukumannya paling lama 4 tahun penjara dan Pasal 156 a KUHP yang ancaman hukumannya paling lama 5 tahun penjara. (julian)