Tuesday, 19 November 2019

Habib Rizieq Jadi Saksi Sidang Ahok, Hindari Kawasan Ragunan

Selasa, 28 Februari 2017 — 5:47 WIB
Jalan RM Harsono, Mobil polisi sudah diaga di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Jalan RM Harsono, Mobil polisi sudah diaga di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

JAKARTA (Pos Kota) – Pengadilan Negeri Jakarta Utara hari ini, Selasa, (28/2/2017), kembali menggelar sidang perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Gubernur DKI Jakarta, di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sidang ke-12 yang akan dijalani Ahok ini masih beragendakan mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Seperti sebelumnya, sidang akan dimulai pada Pukul 09.00 WIB dan akan dipimpin oleh hakim ketua Dwiarso Budi Santiarso.

Menurut salah satu kuasa hukum Ahok, Edi Danggur, dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa JPU menjadwalkan dua orang saksi ahli yang akan dihadirkan dalam sidang kali ini. Mereka yakni ahli hukum pidana dari Majelis Ulama Indonesia dan Habib Rizieq.

“Dr H Abdul Chair Ramadhan SH, MH, ahli hukum pidana atau Komisi Hukum dan Perundang-Undangan MUI Pusat dan Habib Muhammad Rizieq Sihab alias Moh Rizieq,” kata Edi.

Rizieq menjadi saksi ahli Agama Islam atas rekomendasi MUI Pusat berdasarkan Surat Keterangan MUI Pusat No. Ket-1061/DP/-MUI/XI/2016 Tanggal 3 November 2016 yang ditanda tangani oleh Ketua MUI Pusat KH Sodikin dan Sekjen MUI Pusat Dr, H, Anwar Abbas.

Sentara Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, berkaitan dengan dihadirkannya Habib Rizieq sebagai saksi dan dikhawatirkan akan membawa massa yang cukup banyak maka kepolisian juga akan menambah jumlah personel.

“Pola pengamanan tetap sama dan nanti apabila Habib Rizieq sebagai saksi dan membawa massa banyak tentu kita akan menambah pasukan,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin, (27/2).

Namun, Argo enggan membeberkan jumlah personel tambahan yang akan disiagakan. Menurut mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini semua akan disesuaikan dengan estimasi massa di lapangan. “Kita sudah pisahkan dan atur antara massa pro dan kontra,” pungkasnya.

Ahok menjadi terdakwa karena dinilai telah menistakan agama saat berkunjung ke Kepulauan Seribu, dalam pidatonya Ahok menyinggung soal Surah Al-Maidah ayat 51. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Bupati Belitung Timur tersebut dengan Pasal 156 (a) KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman penjara paling lama lima tahun. (Yendhi)