Thursday, 14 November 2019

Jadi Saksi di Sidang Ahok, Habib Rizieq: Kalau Tak Paham Bisa Jadi Penodaan Agama

Selasa, 28 Februari 2017 — 11:57 WIB
pool

pool

JAKARTA (Pos Kota) – Habib Rizieq Shihab bersaksi dalam sidang penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang digelar Pengadilan Negara Jakarta Utara di Auditorium Kementeriajn Pertanian, Selasa (28/2/2017).

Dalam keterangannya sebagai saksi ahli agama Islam, Rizieq mengatakan menurut Al Quran hanya ulama yang bisa menjelaskan maksud dari suatu ayat.

“Siapa yang berhak, artinya menyampaikan ayat Al Quran meski hanya satu ayat,” tanya hakim.

Rizieq mengatakan siapapun yang menyampaikan harus paham artinya. “Dengan catatan dia paham artinya. Karena kalau tidak paham bisa jadi penyelewengan dan bisa jadi penodaan agama,” ujarnya.

Hakim kemudian menanyakan bahwa tak semua orangtua muslim adalah ulama, maka bgaimana kewajiban orangtua mengajarkan agama ke anaknya.

Menurut Rizieq, tetap ada caranya. “Walau tak mengerti agama bisa mengirim ke guru di pondok pesantren, madrasah atau mengundang guru privat untuk mengajarkan agama,” jawabnya.

Pada sidang itu, Riaieq juga mengatakan pernyataan Ahok yang menyebut surat Al Maidah 51 di Kepulayan Seribu dalam konteks pilkada.

“Kata ‘nggak pilih saya’ ini menjelaskan omongan dalam konteks pilkada,” ujarnya.

(Baca: Kuasa Hukum Ahok Tolak Habib Rizieq, Sidang Tetap Dilanjutkan)

Menurutnya, Ahok telah menistakan agama Islam karena menempatkan Al Maidah sebagai alat kebohongan. Padahal ayat suci tak bisa sembarangan dijelaskan oleh orang yang tak memiliki pemahaman.

“Dibohongi pakai Al Maidah 51, siapa yang dibohongi, artinya orang Islam yang hadir saat itu. Al Maidah di sini artinya sebagai sumber kebohongan,” katanya.

Menurutnya, dalam rekaman video ada enam hal yang bermasalah dari ucapan Ahok. “Dalam pernyataan (AHok) ada enam ungkapan bermasalah,” ujarnya.”’Jadi jangan percaya sama orang, nggak pilih saya, dibohongi pakai Al Maidah 51, macam-macam itu, takut masuk neraka, dibodohi gitu.” (ikbal/yp)