Saturday, 07 December 2019

Kuasa Hukum Ahok Tolak Habib Rizieq, Sidang Tetap Dilanjutkan

Selasa, 28 Februari 2017 — 10:49 WIB
Sidang ke-12 AhokTerdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memperhatikan Habib Rizieq saat menjalani sidang yang digelar oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (28/2). Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan dua orang saksi ahli yaitu Habib Rizieq Shihab dan Ahli Hukum Pidana Abdul Chair Ramadhan untuk memberikan keterangan terkait dugaan kasus penistaan agama. Foto: Raisan Al Farisi/Republika

Sidang ke-12 AhokTerdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memperhatikan Habib Rizieq saat menjalani sidang yang digelar oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (28/2). Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan dua orang saksi ahli yaitu Habib Rizieq Shihab dan Ahli Hukum Pidana Abdul Chair Ramadhan untuk memberikan keterangan terkait dugaan kasus penistaan agama. Foto: Raisan Al Farisi/Republika

JAKARTA (Pos Kota) – Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menolak Rizieq Shihab untuk didengar keterangannya sebagai ahli agama dalam sidang dugaan penodaan agama yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (28/2/2017). Ia dianggap berstatus sebagai residivis.

Humprey Djemat, pengacara, mengatakan Rizieq sudah dua kali dijatuhkan hukum pidana. Masing-masing dalam kasus anjuran kekerasan barang dan orang terhadap aliansi kebangsaan dan kasus lainnya adalah dalam tindak pidana permusuhan.

Selain itu, Rizieq juga berstatus sebagai tersangka dugaan penodaan Pancasila yang tengah diusut penyidik Polda Jawa Barat. Ia juga dalam pengusutan di Polda Metro Jaya terkait dugaan perkara penodaan agama Kristen. Bahkan Rizieq dianggap sudah lama memiliki kebencian terhadap Ahok.

“Berdasarkan hal itu, dengan alasan Rizieq Shihab adalah residivis, juga kebencian terhadap Ahok, kami menilai tak patut sebagai ahli agama dalam perkara ini,” kata Humprey.

Menanggapi penolakan itu, Jaksa Peuntut Umum mengatakan pemilihan Rizieq sebagai saksi ahli tak berkaitan dengan pribadinya. Dalam aturan telah dijelaskan bahwa setiap warga negara bisa dijadikan saksi ahli meski terlibat masalah hukum.

“Jadi takpada temoatnya ketika dihadapkan seolah perkara pribadi antara terdakwea dengan Rizieq, terdakwa dengan FPI, dan sebagainya,” ujar Ali Mukartono, Ketua JPU. “setiap warga negara berhak jadi ahli meski pernah jadi terpidana. Kami mintya majelis hakim menolak keberatan penasehat hukum.”

Majelis hakim kemudian memutuskan sidang tetap dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan Rizieq sebagai saksi ahli. (ikbal/yp)

Terbaru

Sabtu, 7/12/2019 — 8:11 WIB
IMB Akan Dihapus, Mengapa ?
jalan bareng
Sabtu, 7/12/2019 — 7:59 WIB
Jalan Jalan Bareng, Yuk!