Sunday, 17 November 2019

Walikota Bekasi Subuh Gabungan Ulama di Pondokgede

Jumat, 3 Maret 2017 — 10:09 WIB
Walikota Rahmat Effendi saat subuh keliling bersama ulama dan umaro di Pondokgede. (chotim)

Walikota Rahmat Effendi saat subuh keliling bersama ulama dan umaro di Pondokgede. (chotim)

BEKASI (Pos Kota)- Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengharapkan agar media subuh keliling (Suling) bisa dijadikan sarana komunikasi antara aparat dan masyarakat. Karena itu, camat lurah harus respon dan aktif untuk menghadirinya.

Demikian disampaikan walikota saat Salat Subuh bersama masyarakat Forum Silaturahmi Ulama (Forsila) serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bekasi di Masjid Nurul Ihsan, Pondokgede, Jumat (3/3/2017).

“Subuh gabungan bukan hanya menjadi tempat untuk bertemu, tetapi lebih daripada itu agar bisa menjadi sarana silaturahmi dan komunikasi terkait kebijakan pemerintah daerah,” katanya.

Disebutkan, para pemangku jabatan di lingkungan pemerintah Kota Bekasi harus aktif berdialog dengan masyarakat. Sehingga permasalahan di lapangan bisa diserao dengam baik dan cepat.

Di nagian lain, Walikota menyampaikan akan memberikan biaya oprasional bagi 56 masjid jami di tiap Kelurahan dan 12 masjid jamie di tiap kecamatan yang ada.

“Pemerintah Kota Bekasi menurut mampu untuk mrmberikan biaya oprasional sarana dan prasarana Masjid yang ada, termasuk Masjid Agung Albarkah yang kini telah ditetapkan sebagai Masjid Agung milik Pemerintah Kota Bekasi.

“Saya dan Ustad Ahmad Syaikhu membutuhkan saran dan nasehat dari para ulama agar pemenuhan visi bekasi maju sejahtera dan ihsan bisa terselenggara, oprasional bagi sarana dan prasarana masjid yang direncanakan adalah bagian dari Visi Bekasi yang Ihsan,” katanya.

Walikota juga menyampaikan telah melaunching kartu sehat bernasis Nomer Induk Kependudukan (NIK) yang merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam pelayanan kesehatan di Kota Bekasi yang bisa di gunakan di 37 rumah sakit yang ada.

“Lurah dan camat harus lebih sering turun ke masyarakat, fungsi-fungsi pemerintah harus dimaksimalkan jangan mengalir saja,” katanya.

Sementara, H Abdul Jawaz, pengurus Forsila,  mengatakan forum subuh gabungan di Pondokgede sudah lama dilaksanakan. “Kegiatan dikasanakan sepekan sekali sebagai sarana silaturami ulama dan jamaah,” katanya.

(chotim/sir)

Terbaru

Benny K Harman. (rizal)
Minggu, 17/11/2019 — 23:58 WIB
Demokrat Tolak Amandemen UUD 1945