Tuesday, 12 November 2019

Ahok akan Paksa Agar Masjid Raya Jakarta Selesai April

Senin, 6 Maret 2017 — 18:35 WIB
Basuki Tjahaja Purnama (Julian)

Basuki Tjahaja Purnama (Julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meninjau proyek pembangunan Masjid Raya Jakarta, di Jalan Daan Mogot KM 14, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (6/3/2017) sore.

Mengenakan seragam cokelat, Ahok tiba sekitar pukul 16:00 WIB. Turut mendampingi beberapa kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, salah satunya Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Arifin.

Begitu tiba, Ahok dan rombongan langsung masuk ke dalam masjid yang proses pembangunannya sudah mencapai 90 persen. Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini berharap masjid berdaya tampung sekitar 12.500 jemaah itu rampung paling lambat April mendatang.

Ahok mengaku akan memaksa agar pembangunan Masjid Raya Jakarta di Duri Kosambi ini selesai April, agar bisa diresmikan Presiden Jokowi.

“Harusnya Maret ini bisa selesai. Kalau gak ya dipaksa April supaya bisa diresmikan Presiden. Ya secepatnya lah kami minta (selesai),” ucapnya, selesai meninjau Masjid Raya Jakarta.

Sejauh ini, menurut Ahok, proses pembangunan masjid tersebut berjalan lancar. Hanya saja, perlu beberapa penyelesaian, di antaranya untuk pekerjaan landscape, genset dan perlengkapannya, pintu gerbang, dan sumur dalam.

“Ini jadi contoh, pembangunan yang kami gak mau lagi lelangnya tahap per tahap. Karena lama. Biaya juga lama. Ini total (nilai kontrak) Rp164 miliar. Kalau ini bisa sekaligus, mungkin ini bisa lebih murah, lebih cepat,” ujarnya.

Dari hasil peninjauannya, Ahok menilai, perlu ada perubahan pada bagian atap masjid. Sementara, terkait desain, mantan Bupati Belitung Timur itu memujinya.

“Berubah atap saja. Katanya terlalu silau kacanya, nantinya energi jadi boros. Makanya ditutupi sedikit. Soal desain, model semua bagus. Ini juga akan jadi kantor dewan masjid Indonesia,” imbuhnya.

Disinggung tinjauan ini sengaja dia lakukan untuk mengejar tugasnya sebelum cuti kampanye putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, Ahok menampiknya.

Dia berkilah, hal ini dia lakukan agar dapat memastikan perkembangan proyek pembangunan masjid yang akan menjadi ikon Kota Jakarta itu. “Kan balik lagi April. Saya mau pastikan saja, saya khawatir pas balik lagi, pas peresmian ada kurang atau apa,” pungkasnya.

Masjid Raya Jakarta ini akan menjadi masjid terbesar kedua setelah masjid Istiqlal. kepala DPRKP, Arifin memaparkan, rencananya masjid tersebut akan memiliki daya tampung 12.500 jemaah dan dibangun dengan nuansa serta ornamen budaya Betawi.

Arifin pun menyebut masjid yang proses pembangunannya sudah dimulai sejak 2014 itu memiliki perbedaan dari masjid raya lainnya. Selain memiliki ruang serbaguna, dan mezanin, juga akan ada diantaranya ruang buat sarana pendidikan, ruang untuk ekonomi, dan ruang perkantoran untuk beberapa organisasi seperti dewan masjid dan sebagainya.

“Jadi konsepnya itu masjid Nabi ya. Sebutnya masjid Nabi yang mana di dalamnya mengembangkan berbagai fungsi, bukan cuma sarana ibadah. Tapi juga ada sarana pendidikan, sarana sosial, sarana ekonomi, seperti itu,” paparnya.

“Kemudian juga menaranya, kalau gak salah ada lima ya, mengacu kepada rukun Islam,” imbuhnya. (julian/win)