Friday, 06 December 2019

Bos Pertamina Diduga Korupsi Miliki 60 Minimarket

Minggu, 12 Maret 2017 — 0:04 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung tengah mempertimbangkan enjerat Mantan Presiden Direkrtur Dana Pensiun Pertamina (periode 2013 -2015) M. Helmi Kamal Lubis, dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) menyusul temuan aset-aset dalam penggeledahan, awal pekan ini.

“Tentu, semua menjadi pertimbangan tim penyidik. Mereka bekerja berdasar bukti-bukti. Jadi, beri mereka kesempatan untuk bekerja, ” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyaj di Jakarta, Sabtu (11/3).

Arminsyah mengaku belum mendapat laporan tentang penggeledahan di kantor dan kediaman teesangka. “Saya belum terima laporannya. ”

60 MINI MARKET

Kasubdit Penyidikan pada Jampidsus Yulianto membenarkan adanya penggeledaham, namum dia enggan membeberkan aset-aset yang telah berhasil disita dengan dalih masih harus diadministrasi terlebih dahulu. “Sabar Bang. Kita harus teliti dan adminstrasi du, ” pintanya.

Namun dari informasi yang diperoleh, banyak aset-aset yang ditemukan. Diantaranya, 60 mini market dan aset-aset lainnya.

“Semua masih diteliti dan didalami. Bisa jadi, ini menjadi bahan pertimbangan untuk pengenaan tindak pidana pencucian uanh, ” ujar sumber Pos Kota, secara terpisah.

Hanya saja, teman dekat tersangka kepada Pos Kota, Jumat (10/3) mengingatkan tersangka sudah memiliki banyak aset jauh sebelum menduduki jabatan tersebut. “Saya yakin Kejagung bekerja profesional. Karena itu, kami menghormati proses hukum yang ada. ”

Sebelum ini, Helmi Kamal Lubis telah dijerat dengan pidana korupsi, seperti diatur dalam UU Nk. 31/1999 yang diubah dengan UU No. 20/2001. Hal ini sesuai Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan (Sprindik) Nomor: Print-02/F.2/Fd.1/01/2017 tanggal 9 Januari 2017.

Tersangka kasus dugaan korupsi dalam pengolaan dana pensiun Peetamina sekitar Rp1, 4 triliun ini, telah ditahan di Rutan Salemba Cabamg Rutan, Kejagung, Kamis (16/2). .

Kasus dugaan tindak pidana korupsi dana pensiun Pertamina terjadi, sekitar 2014 – 2015. Dana triliunan rupiah itu didiga diinvestasikan pada saham-saham yamg tidak liquid (saham unggulan), seperti saham ELSA, KREN, SUGI dan MYRX ssnilai Rp1, 4 trilium.

Selain itu, penempatan dana pensiun itu diduga tidak melalui prosedur yamg baku pada anak perusahaan PT Pertamina (persero). Akibatnya, negara diduga dirugikan sekitar Rp1, 4 triliun. (ahi)

  • Farhan Tambunan

    Pejabat itu harus bersih dan jujur serta mengabdi kpd kepentingan masarakat, tetapi ini malah pada ramai2 korupsi, tidak takut dosa dan azab neraka dijadikan main2an, pada akhirnya mereka akan membayar hutang2 mereka di neraka dengan jiwa jahanamnya selamanya.