Wednesday, 11 December 2019

12 Pasangan Suami-Istri Nikah Isbat Gratis

Jumat, 17 Maret 2017 — 15:35 WIB
Samsuri, warga RT 02/08, Kel. Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas saat melakukan nikah isbat. (anton)

Samsuri, warga RT 02/08, Kel. Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas saat melakukan nikah isbat. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Sebanyak 12 pasangan suami istri yang berasal dari Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, mengikuti nikah isbat yang dilaksanakan secara gratis. Layanan nikah isbat ini untuk  pasangan yang sudah menikah, namun resmi menurut negara, dan belum memiliki buku nikah.

‘Alhamdulillah… Akhirnya saya dan istri punya buku nikah dan akte kelahiran anak serta cucu, setelah hampir 27 tahun berkeluarga tanpa ada surat nikah,” kata Samsuri, 58, dan istrinya Sarmanah, 54, warga Kampung Rawa Denok  RT 02/08, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas.

Ungkapan itu disampaikan setelah dirinya bersama istrinya melakukan nikah isbat gratis yang dilakukan Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota Depok di aula Kecamatan Pancoran Mas, Jumat (17/3) disaksikan langsung Kepala Kandepag Kota Depok  Chalik Mawardi  dan Camat Pancoran Mas, Utang Wardaya.

Bapak tiga anak dan satu cucu, ini mengaku senang setelah menerima langsung surat atau buku nikah dan akte kelahiran yang diberikan secara gratis oleh Kakandepag Kota Depok  Chalik Mawardi.

“Saya memang mengikuti kegiatan nikah isbat untuk mendapatkan buku nikah karena sejak anaknya ingin melanjutkan sekolah dan bekerja selalu menanyakan buku nikah dan akte kelahiran sebagai salah satu persyaratan untuk anak saya,” ujarnya.

Kegiatan nikah isbat yang dilakukan di Aula kantor Kecamatan Pancoran Mas merupakan salah satu program Kakandepag Kota Depok untuk memberikan pelayanan mudah dan cepat ke masyarakat terlebih mereka yang sudah puluhan tahun menikah belum terdaftar secara resmi oleh Negara dan tak memiliki buku nikah, kata Kakandepag   didampingi Nopi

Dalam kegiatan nikah isbat tersebut ada sekitar 12 pasangan suami istri dari sejumlah kelurahan di Kec. Pancoran Mas. Kebanyakan mereka setelah menikah puluhan tahun tak memiliki buku nikah yang tentunya belum tercatat sebagai suami sitri oleh Negara.

“Syarat untuk meningkuti nikah isbat tentunya mudah setelah sebelumnya melaporkan ke pengurus RT, RW dan kelurahan,” ujarnya setelah itu akan didjawalkan kegiatan nikah isbat di kantor kecamatan. (anton/win)