Tuesday, 19 November 2019

Tersangka Dugaan Korupsi Dapen Pertamina Akan Dijerat dengan TPPU

Kamis, 23 Maret 2017 — 20:02 WIB
Dirdik Warih Sadono tengah menjawab pertanyaan wartawan,  di Gedung Bindar,  Kejagung.

Dirdik Warih Sadono tengah menjawab pertanyaan wartawan, di Gedung Bindar, Kejagung.

JAKARTA (Pos Kota)  – Mengingat banyaknya temuan aset dari hasil penggeledahan,  maka Kejaksaan Agung hampir pasti menjerat tersangka kasus dugaan korupsi dana pensiun (Dapen) karyawan Pertamina dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Kami tengah inventarisir aset-aset yang ditemukan.  Kami akan bawa rapat untuk kemungkinan jerat tersangka dengan TPPU, ” kata Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Warih Sadono,  di Kejagung,  Kamis (23/3).

Namun,  dalam wawancara pertama pasca ditunjuk sebagai Dirdik,  Warih enggan menyebutkan aset-aset yang sudah disita. Tapi,  dia tidak mengelak bila aset tersebut, berupa 60 mini market,  kios dan sejumlah aset bernilai lainnya.

Tersangka Baru

Di bagian lain,  Warih Sadono membidik tersangka baru kasus dugaan korupsi dana pensiun hingga Rp1,4 triliun, namun dia belum dapat menyebutkan para pihak yang akan dibidik tersebut.

“Kita masih pengumpulan bahan keterangan dan sampai kini belum mengarah kepasa siapapun.  Tapi arah kesana pasti.  Sementara fokus kepada satu tersangka ini dahulu. ”

Sebelum ini,  Jampidsus Arminsyah sudah mengisyaratkan untuk membidik tersangka baru,  tapi masih fokus untuk menuntaskan berkas tersangka peerama dahulu. “Masif fokus kepasa seorang tersangka ini dahulu, ” ujarnya,  pekan lalu.

Tersangka yang dimaksud,  adalah M Kamal Lubis selaku Presiden Direktur Dana Pensiun Pertamina periode 2012-2015 sesuai Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor: Print 02/F.2/Fd.1/01/2017 tanggal 9 Januari 2017.

Kasus ini berawal dari dugaan penyalahgunaan dana sebesar Rp 1,351 triliun untuk keperluan pembelian saham atau investasi ELSA, KREN, SUGI dan MYRX. Dana untuk investasi beeaaal dari dana pensiun di BUMN tersebut. Seauai ketentuan perundangan dana penaiun harus diinvestaaikan pada saham-saham unggulan bukan saham biasa.

Tersangka telah ditahan,  Kamis (19’2) di Rutan Salemba Cabang Rutan Kejagung. Dia terancam pidana penjara 20 tahun sesui UU Tindak Pidana Korupsi Nomor 31/1999 yang diubah dengan UU Nomor 20/2001. (ahi/win)