Friday, 15 November 2019

Lurah Tegal Parang Ancam Tutup Warung yang Bandel Jual Miras

Selasa, 28 Maret 2017 — 15:14 WIB
Lurah Tegal Parang, Achmad Yani bersama petugas gabungan mengamankan puluhan botol miras dari sejumlah warung dan toko di kawasan Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jaksel. (Rachmi)

Lurah Tegal Parang, Achmad Yani bersama petugas gabungan mengamankan puluhan botol miras dari sejumlah warung dan toko di kawasan Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jaksel. (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Sejumlah warung dan toko yang menjual minuman keras di kawasan Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, diultimatum akan ditutup usahanya jika masih bandel menjual minuman keras (miras).

Ultimatum itu disampaikan setelah sebelumnya saat razia oleh petugas gabungan, puluhan botol miras berbagai jenis didapati di sejumlah warus tersebut. Petugas lantas meminta pedaganya  membuat surat pernyataan.

Lurah Tegal Parang, Achmad Yani, menjelaskan razia miras sebagai upaya memgantisipasi maraknya aksi kejahatan yang dapat meresahkan masyarakat. Serta mengatasi tawuran pelajar.

“Sebelum melakukan kejahatan, pelaku kriminalitas kerap kali menenggak miras untuk memuluskan aksinya,” kata Achmad Yani di lokasi di Jln Mampang Prapatan VI, kemarin.

Razia tersebut lanjutnya sesuai Peraturan Menteri Perdagangan No 6 tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan minuman beralkohol. Serta untuk menegakkan Perda No 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum di DKI Jakarta.

Dalam razia itu, Lurah Tegal Parang dibantu petugas Babinsa, Babinkamtibmas, Karang Taruna dan jajaran terkait.Tim disebar di sejumlah titik sasaran di antaranya Jln Mampang Prapatan VI, Jln Mampang Prapatan VIII dan Jln H. Ali.

Semula sejumlah pedagang berupaya mengecoh aparat dengan menyembunyikan miras dagangannya. Serta ada juga yang menutup tokonya lebih awal. Namun upaya pedagang gagal.

Bahkan ada pedagang yang sebelumnya kedapatan menjual miras saat razia beberapa waktu lalu. “Ini yang kedua kali kedapatan menjual miras. Kok belum kapok juga? Jika masih ngeyel, usahanya akan saya tutup,” tandas Lurah Tegal Parang.

Diancam usahanya akan ditutup, pedagang itu berjanji tak akan lagi menjual miras. Ini dikuatkan dengan membuat surat pernyataan di atas materai.

Dari ketiga lokasi, petugas menyita puluhan botol miras serta belasan dus berisi bir yang siap jual. Seluruh barang bukti diangkut ke kantor kelurahan untuk pemusnahan massal di tingkat kecamatan ataupun tingkat kota. (Rachmi/win)

Terbaru

MRT melintas di tengah ibukota Jakarta. (toga)
Jumat, 15/11/2019 — 9:09 WIB
Apartemen Disiapkan di 5 Kawasan Stasiun Transit
ilustrasi
Jumat, 15/11/2019 — 9:09 WIB
Diintimidasi Jaksa? Laporkan!
Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata. (instagram)
Jumat, 15/11/2019 — 8:57 WIB
Dimas Suka Pedas, Nadine Tanah Pohon Cabei