Monday, 21 October 2019

Indonesia-Perancis Siap Kolaborasi Kembangkan Vokasi dan IKM

Kamis, 30 Maret 2017 — 10:39 WIB
Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto menyerahkan cenderamata kepada Menteri Muda urusan Industri, Digital dan Inovasi pada Kementerian Ekonomi dan Keuangan Perancis, Christophe Sirugue seusai melakukan pertemuan bilateral di Jakarta, 29 Maret 2017.

Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto menyerahkan cenderamata kepada Menteri Muda urusan Industri, Digital dan Inovasi pada Kementerian Ekonomi dan Keuangan Perancis, Christophe Sirugue seusai melakukan pertemuan bilateral di Jakarta, 29 Maret 2017.

JAKARTA (Pos Kota) – Indonesia dan Perancis akan menjajaki kerja sama di bidang pendidikan vokasi serta pengembangan industri kecil dan menengah (IKM).

Kesepakatan ini merupakan hasil pertemuan bilateral antara Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto dengan Menteri Muda urusan Industri, Digital dan Inovasi pada Kementerian Ekonomi dan Keuangan Perancis, Christophe Sirugue. Kegiatan ini dalam rangkaian kunjungan Presiden Perancis Francois Hollande beserta delegasinya di Indonesia.

“Kami menyampaikan bahwa Indonesia tengah fokus pada pengembangan industri melalui pendidikan vokasi dan pendalaman struktur, termasuk pengembangan di sektor IKM,” ujar Airlangga seusai melakukan pertemuan bilateral tersebut di Jakarta, Rabu malam (29/3).

Menperin mengatakan, pihaknya sedang membangun program pendidikan vokasi dengan konsep link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Upaya ini untuk memenuhi kebutuhan di dunia kerja terhadap sumber daya manusia yang terampil. “Jadi, para lulusan SMK nanti sudah siap kerja sesuai kompetensinya di bidang industri yang mereka telah pelajari,” jelasnya.

Kementerian Perindustrian menargetkan dapat terbangunnya link and match antara 355 perusahaan industri dengan 1.755 SMK dalam periode 2017-2019. Minimal satu industri menggandeng lima SMK. Sasaran ini guna mewujudkan satu juta tenaga kerja kompeten yang tersertifikasi pada tahun 2019.

Perancis sendiri dalam kesempatan tersebut, lanjut Airlangga, siap mengirimkan para tenaga ahli atau pakar di sektor industri untuk memberikan pelatihan di Indonesia. “Kami ingin ada expert dari Perancis yang bisa bantu meningkatkan capacity building untuk desain dan model produk-produk IKM kita agar berdaya saing global,” paparnya.

Menperin berharap pula, IKM dalam negeri dapat berkontribusi pada rantai pasok industri-industri besar asal Perancis. Misalnya, IKM komponen akan didorong bermitra dengan perusahaan penerbangan, Airbus Group. “Selain itu, menjalin kerja sama dengan Airbus Group untuk mendirikan engineering center, mengingat besarnya kebutuhan industri MRO di Indonesia,” ungkapnya.

Airlangga menegaskan, pihaknya memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan IKM karena berperan penting sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Sektor ini mendominasi dari jumlah populasi industri di Indonesia sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja dan devisa.

Kemenperin mencatat, IKM meningkatkan nilai tambah di dalam negeri yang cukup signifikan setiap tahun. Hal ini terlihat dari capaian pada tahun 2016 sebesar Rp520 triliun atau meningkat 18,3 persen dibandingkan pada 2015. Sedangkan, tahun 2017, penambahan tenaga kerja sektor IKM diperkirakan sebanyak 400.000 orang.

Kemenperin juga suah  meluncurkan program e-Smart IKM. Program ini untuk memfasilitasi dan mengintegrasikan IKM dalam negeri dengan marketplace dan e-commerce yang telah ada di Indonsia agar mampu berkompetisi di tingkat global dan meningkatkan akses pasar. (Tri/win)