Wednesday, 11 December 2019

Selama 3 Bulan

Dukcapil Jaksel Layani 17 Ribu Akta Lahir

Minggu, 2 April 2017 — 13:21 WIB
Petugas Sudin Dukcapil Jaksel melayani siswa SMP yang mengurus akte lahir saat layanan jemput bola di RPTRA Anggrek Lebak Bulus, Cilandak. (Rachmi)

Petugas Sudin Dukcapil Jaksel melayani siswa SMP yang mengurus akte lahir saat layanan jemput bola di RPTRA Anggrek Lebak Bulus, Cilandak. (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Pentingnya akta lahir sebagai identitas diri anak, Suku Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan menggenjot penerbitan dokumen tersebut. Dalam tri wulan pertama 2017, instansi ini melayani 17.000 akta lahir.

“Setiap anak berhak mendapatkan akta lahir sebagai hak dasar dan bukti identitas diri. Negara berkewajiban memenuhinya karena terkait status keperdataan seseorang,” kata Kepala Sudin Dukcapil Jaksel, Abdul Haris saat layanan jemput bola kependudukan di RPTRA Anggrek, Lebak Bulus.

Dikatakan Haris, akta kelahiran merupakan hak identitas setiap individu dan bahkan menjadi isu global. Hal ini diatur dalam Konvensi Hak Anak (KHA) dan Undang-Undang (UU) No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Selain itu dengan memiliki akta kelahiran, dapat mencegah anak dari korban eksploitasi perdagangan maupun kekerasan. Sesuai KHA, negara wajib memenuhi hak dasar anak dan menjamin perlindungan atas tumbuh kembang setiap anak.

Haris menjelaskan dari 3 bulan terakhir, rata-rata menerbitkan 6 ribu lembar kecuali Februari sebanyak 5 ribu lembar akta.

“Di Jaksel dari cakupan anak usia 0-18 tahun, baru 67 persen yang memiliki akta lahir. Sisanya akan kami pacu sehingga seluruh anak di Jaksel kelak terpenuhi hak dasarnya,” ujarnya.

Upaya tersebut diakuinya untuk mendukung Jaksel sebagai Kota Layak Anak (KLA). Sebagai perwujudannya, Sudin Dukcapil Jaksel menyambangi warga melalui layanan jemput bola pada akhir pekan yang tersebar di 65 kelurahan juga di sejumlah RPTRA. Diperkuat dengan membuka pelayanan di seluruh loket kelurahan.

Pada layanan di 2 RPTRA yakni di Lebak Bulus dan Ciganjur, belasan warga antusias mengurus akta lahir. Sedangkan secara keseluruhan 264 warga melakukan perekaman data e-KTP.

(rachmi/sir)