Wednesday, 23 October 2019

Mengerikan, ‘Serangan Gas’ di Suriah, Tewaskan 58 Orang

Selasa, 4 April 2017 — 20:36 WIB
Korban serangan gas gelimpangan di jalanan (reuters)

Korban serangan gas gelimpangan di jalanan (reuters)

SURIAH– Laporan-laporan dari Suriah utara menyebutkan setidaknya 58 orang meninggal dunia dalam serangan yang dicurigai sebagai serangan gas di Provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak.

Kelompok pemantau Suriah yang berkantor di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, mengatakan sebagian besar orang yang meninggal dunia dalam serangan udara itu adalah penduduk sipil.

Disebutkan serangan terjadi di Khan Sheikhoun yang diduga dilakukan oleh pasukan pemerintah Suriah atau militer Rusia yang membantu militer Suriah.

Pemerintah Suriah berkali-kali menepis tudingan bahwa militernya menggunakan senjata kimia.

Kelompok Syrian Observatory for Human Rights mengutip sumber-sumber medis di Khan Sheikhoun yang menyebutkan terdapat 11 anak-anak yang meninggal dunia. Adapaun mereka yang terdampak serangan yang diduga kimia mengalami gejala-gejala seperti muntah-muntah, pingsan dan mengeluarkan busa dari mulut.

Orang yang bertanggung jawab mengoperasikan layanan ambulans di Idlib, Mohammed Rasoul, mengatakan kepada BBC Bahasa Arab bahwa ia menerima kabar tentang serangan udara sekitar pukul 06.45 waktu setempat pada Selasa (04/04).

Ketika tiga mobil ambulansnya tiba di lokasi sekitar 20 menit kemudian, petugas medis mendapati warga dalam kondisi sesak nafas di jalan, kata Rasoul.

“Tim kami masih berada di sana, memindahkan pasien dari satu tempat ke tempat lain karena rumah sakit penuh.”

“Saya berkomunikasi dengan tim saya dan mereka baik-baik saja, tetapi kondisi di sana sangat buruk dan sebagian besar dari mereka yang menderita adalah anak-anak,” tambahnya.

Pusat Media Edlib, yang mendukung oposisi, mengunggah banyak foto tentang warga yang tengah mendapat perawatan. Foto-foto mereka juga menunjukkan mayat dari setidaknya tujuh anak di atas truk pick up. Sejauh ini foto-foto tersebut belum bisa diverifikasi kebenarannya.

Jika serangan ini memang serangan gas, maka serangan kali ini tercatat sebagai salah satu serangan kimia yang paling banyak merenggut korban jiwa di Suriah sejak pecah perang saudara enam tahun lalu.(BBC)