Friday, 06 December 2019

Warga Pasir Putih – Rangkapan Jaya Depok Minta Jalan Alternatif

Jumat, 7 April 2017 — 18:23 WIB
Badan jalan alternatif sepanjang 250 meter dibangun atas swadaya warga murni mengantisipasi keluhan penghuni perumahan di kawasan Pasir Putih. (anton)

Badan jalan alternatif sepanjang 250 meter dibangun atas swadaya warga murni mengantisipasi keluhan penghuni perumahan di kawasan Pasir Putih. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Warga dan pemakai kendaraan sepeda motor yang ingin menyeberang Kali Pesanggrahan berbatasan RW 012 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru dan RW 011 Kelurahan Pasir Putih  bahu-membahu membangun jalan alternatif baru sepanjang 250 meter dengan lebar 3 meter.

Proyek jalan alternatif dibangun di atas lahan fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos) perumahan Vila Mutiara Sentoso yang berada di bantaran Kali Pesanggrahan hingga kini baru selesai sekitar 60 persen, kata Ketua RW 012, Rusdi, Kel. Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Jumat (7/4).

Proyek jalan swadaya murni warga yang dilakukan sejak Oktober 2016 lalu sampai saat ini belum ada bantuan sama sekali dari Pemkot Depok. Namun,  telah berhasil mengerjakan turap, badan jalan dan betonisasi sepanjang 100 meter dengan ketebalan 10 hingga 11 Cm.

“Dana pekerjaan pembangunan jalan ini murni swadaya warga dan pengendara sepeda motor yang melintas untuk memberikan sumbangan suka rela,” ujarnya

Ia  berharap ada perhatian dari Walikota Depok Muhammad Idris maupun Wakil Walikota Pradi Supriatna untuk menyelesaikan proyek pembuatan jalan alternatif.

Sempat Didemo

Selama beberapa tahun warga dari Kampung Rawa Denok atau Kel. Rangkapan Jaya Baru yang ingin menuju ke kawasan Pasir Putih harus melalui jalan di dalam kompleks lingkungan perumahan Villa Mutiara Sentosa.

Pertengahan tahun 2016 lalu sempat terjadi aksi demo warga dan pemakai jalan karena ditutup pengembang perumahan alasannya penghuni kompleks sangat terganggu dengan kendaraan yang lewat setiap hari.

Menurut Rusdi, selama lebih enam bulan dana yang dikeluarkan sudah mencapai lebih dari Rp 250 juta dan bila jalan alternatif ini selesai tentunya jalan ke arah kawasan kompleks perumahan akan ditutup.

“Masih banyak kekurangan yang dibutuhkan dalam pembangunan jalan swadaya murni tersebut,” tuturnya yang menambahkan kegiatan pengecoran badan jalan masih dibutuhkan sekitar 36 M3 direncanakan dibagi dalam tiga tahapan kegiatan kurun waktu dua bulan ini.

Sementara itu, Ridwan, salah satu penghuni perumahan Vila Mutiara Sentoso, berharap proyek pembangunan jalan alternatif di bantaran Kali Pesanggrahan dan pinggir perumahan cepat selesai sehingga penghuni tak lagi harus terganggu dengan suara bising kenalpot sepeda motor yang setiap hari melintas.

“Kami tak dapat istirahat dengan tenang selain suara kenalpot juga khawatir terjadi tindak kejahatan karena jalan lingkungan menjadi jalan umum,” tuturnya yang mengakui sempat menutup akses jalan masuk tersebut tapi warga dan pemakai kendaraan protes dan menggelar aksi demo beberapa waktu lalu. (anton/win)