Saturday, 07 December 2019

Jelang Puasa, Pemerintah Rutin Razia Makanan Formalin

Minggu, 23 April 2017 — 9:20 WIB
Dokumentasi

Dokumentasi

JAKARTA (Pos Kota) – Menjelang bulan suci Ramadhan, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta mengencarkan pengawasan produk pangan.

Hal ini dilakukan tujuannya untuk memberikan sara aman dan nyaman bagi masyarakat terutama umat muslim.

Sasaran dalam pengawasan dilakukan di delapan pasar rakyat dan dua pasar swalayan. Dari sidak ke sejumlah pasar dan swalayan ini petugas menemukan ada produk pangan olahan yang mengandung boraks, rodhamin dan formalin.

Kabid Ketahanan Pangan Dinas KPKP, Mujiyati mengakui pihakya melakukan pengawasan sejumlah pasar di DKI Jakarta. Menurutnya ini dilakukan dengan tujuan agar warga masyarakat terutama umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa tidak akan khawatir ada makanan yang mengandung formalin, boraks dan sejenisnya.

“Ia pekan ini kami melakukan pengawasan di delapan pasar dan dua swalayan. Dalam sidak ini kami menguji produk pertanian, perikanan dan peternakan. Sementara, untuk pangan olahan dilakukan BPOM dan mengambil 503 sampel produk pertanian, perikanan dan peternakan yang kita uji,”kata Mujiyati.

Menurutnya, dari ratusan sempel yang ia bawa ini hasilnya sudah bebas formalin. Meski begitu pihaknya juga tidak mau kecolongan, makanya berusaha terus melakukan pengecekan sejumlah makanan yang ada.

Sementara itu dari hasil uji panganan olahan yang dilakukan oleh BPOM di DKI Jakarta ditemukan dari 29 sampel seluruhnya mengandung boraks, rodhamin dan formalin. Produk yang teridentifikasi mengandung boraks itu antara lain kerupuk gendar, kerupuk pink, gendar beras dan mie kuning.

Sedangkan yang mengandung formalin pada mie kuning dan rodhamin pada kerupuk merah. “Dengan ditemukannya makan berbahaya ini kami akan tindak tegas. Bahkan produk makanan olahan itu langsung ditarik dari peredaran dengan tujuan jangan sampai di komsumsi warga masyarakat,” tandasnya.

(wandi/sir)