Friday, 15 November 2019

Kepergok Tidur Sama Janda Pilih Menggantung Diri

Rabu, 26 April 2017 — 7:02 WIB
gantung

MADE Sukarto, 56, bukan orang Jepang. Tapi kadar rasa malunya menyamai Saudara Tua. Ketika kepergok tidur seranjang dengan janda Suartika, 40, dia jadi malu luar biasa. Saking malunya, Made mencoa gantung diri di pohon durian. Untung keburu ketahuan keluarga, sehingga tak sampai wasalam.

Tidur di hotel bintang lima, sebagaimana Gatot Alkhotot seperti apa nikmatnya? Ya pasti nikmat sekali, apa lagi gratisan. Tapi bagaimana pula jika tidur ditemani dengan janda cantik, nikmatkah itu? Jelas tidak nikmat, karena justru tak bisa tidur. Jika bersama janda cantik malah tidur melulu, itu namanya tidak normal. Jangan-jangan memang anggota LGBT.

Nasib Made Sukarto warga Kintamani, Bangli, Bali, seperti itu. Seranjang bersama janda Suartika yang masih tetangga kok malah ketiduran, ya….. ketahuan istri. Skandal Made – Suartika itu akhirnya menjadi konsumsi publik, bahkan menjadi tranding topic. Bagaimana Made Sukarto harus menyelamatkan harga diri?

Sebagai lelaki normal, Made juga mudah tertarik pada wanita cantik. Meski di rumah ada bini dan anak, Made Sukarto ternyata tertarik berat pada janda Suartika yang cukup cantik di kelasnya. Banyak lelaki yang tertarik pada wanita itu. Made sebetulnya juga kesengsem. Tapi sebagai tetangga dekat, bagaimana pun juga Made harus jaim, agar tidak jatuh di mata keluarga dan para tetangga.

Tapi sebetulnya setiap melihat janda Suartika lewat depan rumah untuk belanja ke warung, jantungnya jadi ndut-ndutan tidak keruwan. Ingin sebetulnya memiliki, tapi malu dengan sorotan publik. Bagaimana mungkin, sudah bukan lagi muda, dan di rumah juga ada keluarga sendiri, kok masih mengincar tetangga sebelah rumah? Mau ditaruh mana anak istrinya?

Suara batin memang tak bisa dibohongi, sehingga setiap ketemu janda Suartika tetap saja Made berkhayal, “Jika aku serius, satu putaran pasti kena.” Kenapa tidak dua putaran? Oo, jangan, bahaya itu. Sampai dua putaran suara biasa kabur semua termakan isyu SARA dan sembako.

Atas pertimbangan itu, ketika situasi di rumah Suartika nampak kondusif, beberapa malam lalu dia mencoba main ke rumahnya. Selama ini dengan Suartika memang cukup baik, meski sebatas hubungan kekeluargaan, bukan hubungan intim. Karenanya kedatangan Made diterima dengan ramah, bahkan Suartika ketika ditanya soal hubungannya dengan sejumlah lelaki, juga tak keberatan bercerita secara terbuka.

Katanya, si A itu baik, ganteng, tutur katanya santun. Tapi ngibulnya nggak ketulungan, ngaku duda ternyata di rumah masih ada istri dan anak. Ada pula duda si B, kata-katanya agak kasar, tapi sebetulnya baik, cuma tidak seiman. “Kalau begitu apa saya saja?” ujar Made seakan mau memotong di tikungan.

Ternyata Suartika memerah mukanya. Bagi Made Sukarto, itu maknanya memberi lampu hijau. Maka mumpung situasi mantap terkendali, langsung saja si janda disergap dan di dalam kamar terjadilah segalanya. Maklum Suartika sendiri sudah lebih 2 tahun of tak punya aktivitas yang signifikan semenjak ditinggal mati suami.

Celakanya, Made Sukarto yang kelelahan selepas bertempur antara hidup dan mati, jadi ketiduran. Padahal di rumah sang istri juga sedang mencari-cari, kok sampai pukul 22.00 tak kunjung pulang. Begitu longok sana longok sini, intip sana intip sini, lho….kok ketahuan Made tidur seranjang bersama janda Suartika.

Ya ampuuuun! Made langsung “ditenteng” dipaksa pulang. Di rumah diomeli habis-habisan. Bahkan hari berikutnya jadi trending topik di lingkunganya. Saking malunya, ketika anak istri sudah berangkat tidur, Made menyelinap ke belakang rumah, mencoba gantung diri di kebon durian. Untung berhasil digagalkan anak lelakinya.

Makanya, kalau ngantuk minggir, jangan mesum! (JPNN/Gunarso TS)