Sunday, 17 November 2019

Habib Rizieq Dipastikan Tak Ikut Aksi 505

Selasa, 2 Mei 2017 — 12:26 WIB
Habib Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam.  (toga)

Habib Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam. (toga)

JAKARTA (Pos Kota) – Pentolan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, dipastikan tidak akan ikut aksi 505 yang diinisiasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). Kegiatan itu bertajuk Aksi Simpatik Menjaga Independensi Hakim.

Hal tersebut ditegaskan kuasa hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, Selasa (2/5/2017). Menurutnya, saat ini kliennya masih berada di Makkah untuk menjalankan ibadah umrah dan pastikan tidak akan pulang dalam waktu dekat ini.

“Ya pastinya tidak akan ikut, karena beliau kan masih di Makah,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Sugito tidak bisa memastikan kepulangan Habib Rizieq karena tidak diberitahu sebelumnya. Meskipun begitu ia memastikan FPI akan ikut dalam aksi tersebut. “Itukan acaranya GNPF dan FPI bagian daripada GNPF kemungkinan FPI akan ikut meskipun habib tidak ada,” ujarnya.

Menanggapi adanya larangan untuk menggelar aksi 505, Sugito mengatakan tidak ada yang bisa melarang warga negara untuk menyalurkan aspirasinya selama tidak anarkis, pemaksaan kehendak, dan membuat keributan.

“Kalau misal jelas aksi damai dan tujuannya untuk nuntut penista agama dihukum sesuai Undang-Undang yang berlaku dan selama ini dijalankan dengan hukuman maksimal. Jadi nggak ada masalah ini hak setiap orang ajukan pendapat sehingga tak ada yang bisa melarangnya,” tandasnya.

Massa GNPF MUI telah longmarch dari masjid Istiqlal menuju Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Jumat (28/5/2017)a dari GNPF MUI akan kembali turun ke jalan pada Jumat (5/5/2017). Namun kali ini dari Mesjid Istiqlal menuju Gedung Mahkamah Agung. Tujuannya, mengawal sidang putusan kasus penistaan agama terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar hakim menjatuhkan hukuman maksimal. (yendhi/yp)

Terbaru

Benny K Harman. (rizal)
Minggu, 17/11/2019 — 23:58 WIB
Demokrat Tolak Amandemen UUD 1945
Lutfi JW. (mia)
Minggu, 17/11/2019 — 22:00 WIB
Bersama Roy Kiyoshi
Ruben Onsu Disarankan Undang Penuduh Pesugihan Makan Siang Bersama