Monday, 21 October 2019

Holding BUMDes Untuk Bantu Beri Pelatihan

Selasa, 2 Mei 2017 — 21:16 WIB
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo saat berdialog dengan sejumlah Bupati di Kantor Kemendes PDTT Kalibata, Jakarta, Selasa (2/5).

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo saat berdialog dengan sejumlah Bupati di Kantor Kemendes PDTT Kalibata, Jakarta, Selasa (2/5).

JAKARTA – Keberadaan holding BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dibutukan untuk memberi  pelatihan ribuan  BUMDes, agar cepat mandiri.

Hal tersebut  disampaikan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dalam dialog dengan sejumlah Bupati di Kantor Kemendes PDTT Kalibata, Jakarta, Selasa (2/5).

Tanpa adanya holding BUMDes, Kementeriannya hanya akan bisa melatih sekitar 1500 BUMDes setiap tahunnya.  “Ini bakal lama sekali. Tapi lewat holding BUMDes akan lebih banyak yang dilatih, sehingga kemandirian dan ketahanan pangan yang diharapkan bisa segera terwujud,” ujar Mendes PDTT Eko.

Eko mengharapkan, BUMDes-BUMDes di daerah bisa saling bersinergi dengan koperasi dan membuat usaha patungan. Misal dengan membuat koperasi angkutan yang dapat menunjang pendistribusian produk-produk desa. “Jangan sampai angkutan pedesaan   dikuasai kelompok tertentu yang bisa mengganggu pemasara,” tegas Eko.

Saat ini ada sekitar 220 ribu koperasi baru. Sementara koperasi yang besar sudah dikuasai kelompok tertentu. Melalui kerjasama dengan BUMDes, maka negara bisa masuk, sehingga koperasi tak hanya dikuasai oleh kelompok tertentu.

“Indonesia negara besar yang gak pantas ada masyarakat miskin di desa-desa. Tahun ini kami alokasi Rp60 triliun dana desa. Sebenarnya dana masuk desa lebih dari Rp60 triliun, karena Kementan, Kementerian PUPR juga membangun jalan desa.

Menurutnya, dulu banyak yang mempertanyakan apa mampu desa mengelola dana desa?  Faktanya sekarang  ada pertumbuhan pembangunan desa.

“Target 5000 desa jadi mandiri sudah terlampaui. Desa juga  mampu bangun 66 ribu km jalan desa, 35 ribu mck, 1800 pasar desa, 15 ribu poliklinik desa, 30 ribu drainase, dan 38 ribu unit penahan tanah untuk mencegah tanah longsor. Ternyata masyarakat desa mampu, mereka menyumbang tenaga dan sarana,” ujarnya. (Tri/win)