Friday, 18 October 2019

Ini Kesaksian Pengacara Senior dalam Kasus E-KTP

Senin, 8 Mei 2017 — 14:05 WIB
Hotma Sitompul.(yendhi)

Hotma Sitompul.(yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Advokad senior Hotma Sitompul menjadi salah satu saksi yang ikut diperiksa dalam sidang lanjutan dugaan korupsi dana pengadaan e-KTP. Dalam kesaksiannya, ia menyebut keterlibatannya dalam proyek yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun tersebut.

“Pada waktu itu lelang sudah terjadi beberapa atau salah satu yang kalah lelang itu menggugat atau membuat semacam konferensi pers, dan Kemendagri meminta kepada kami untuk membantu untuk meng-clear-kan apa yang sebenarnya terjadi. Sebagai seorang Advokad kami diminta membantu,” kata Hotma di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (8/5/2017).

Selain itu, lanjut Hotma, ia juga membuat laporan Polisi serta membuat surat yang ditujukan kepada beberapa instansi termasuk KPK, Polda Metro Jaya, Mabes Polri, dan ke media cetak.

“Isi suratnya menjelaskan bahwa ini sudah terjadi lelang sudah akan dilakukan pelaksanaannya supaya tidak terjadi gangguan dalam proyek pemerintah ini,” tuturnya.

Ia mengaku bantuan hukum diajukan langsung oleh terdakwa Irman dan Sugiharto saat masih menjabat di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang datang kekantornya Hotma Sitompul and Associates di Martapura, Kebon Melati, Jakarta Pusat.

“Waktu itu datang pak Irman dan Pak Sugiharto saya tidak perlu ingat lagi siapa ke kantor kami di Martapura. Oh ada pak Chairuman Harahap. Pak Chairuman itu mantan Jaksa anggota DPR kalau tidak salah karena kawan lama saya datang memperkenalkan kami. Datang bertigalah,” bebernya.

Ia menambahkan, dalam pelaporan ke Kepolisian ada beberapa orang yang namanya dicatut. “Person-personnya, jadi gini saya secara global saja kita mendapat kuasa beberapa lawyer kita kemudian seiring dengan berkembangnya ada panggilan Polisi ada panggilan itu lawyer-lawyer kami yang mendampingi,” bebernya.

Dalam sidang lanjutan dua terdakwa mantan pejabat Kemnedagri Irman dan Sugiharto ini Jaksa menghadirkan enam saksi dari jumlah awal tujuh orang. Mereka yakni Hotma Sitompul (advokad), Mahmud Toha Siregar (PNS BPKP), an Bastari (pensiunan BPKP), Asniwarti, Heru Basuki (PNS Dukcapil), dan Ir Lydia Ismu Martyati Anny Miryanti (dari Kemendagri). (yendhi/yp)