Tuesday, 12 November 2019

Waisak, Ketua DPR: Para Tokoh Perlu Meneladani Buddha Gautama

Kamis, 11 Mei 2017 — 13:06 WIB
Ketua DPR Setya Novanto. (timyadi)

Ketua DPR Setya Novanto. (timyadi)

JAKARTA (Pos Kota) – Hari ini, saudara-saudara kita Umat Buddha merayakan Rangkaian Perayaan Tri Suci Waisak 2561 BE/2017. Untuk itu, Ketua DPR Setya Novanto menyatakan, perayaan ini tentu saja mengingatkan pada sosok perjalanan Buddha Gautama dari kelahiran, pencapaian pencerahan hingga kemangkatannya sebagai suri tauladan bagi pengikut dan penganut ajaran Buddha.

“Buddha Gautama telah mewariskan teladan tentang bagaimana menjalani hidup yang memberi efek dan menularkan energi positif bagi sesama manusia. Sosok Buddha Gautama mengajarkan tentang kesederhanaan yang dijalani meski berlimpah kemewahan, kerelaan berkorban, dan mendahulukan kepentingan sesama yang lebih membutuhkan,” katanya, Kamis (11/5/2017).

Di balik itu, sebagai teladan, penganjur agama dan tokoh masyarakat, Buddha Gautama memberi teladan sebagai figur yang layak untuk diikuti, sosok yang pantas untuk diteladani. Buddha Gautama telah menunjukkan bahwa segala perilaku yang baik akan disukai dan dicintai oleh sesama manusia.

“Hal itulah yang patut dijadikan inspirasi kehidupan kita saat ini. Saya berharap, tokoh-tokoh dan figur-figur penting di negeri ini, baik itu pejabat, profesional, alim dan ulama dan seluruh potensi yang ada mampu menularkan energi positif dalam kehidupan,” katanya.

Selain itu, mereka juga diharapkan untuk menanamkan benih-benih cinta kasih terhadap sesama, diladang pemikiran Rakyat Indonesia. Energi itulah yang bisa diteladani oleh sesama manusia, sesama masyarakat dan sesama warga negara.

“Saya berharap kita mampu memberi solusi bagi persoalan bangsa dan negara, memberi kontribusi positif bagi pembangunan dan kesejahteraan bangsa di masa yang akan datang. Buddha Gautama mampu membuktikan bahwa perbedaan apapun yang melatarbelakangi kita tidak bisa jadi penghalang. Karena yang menyatukan kita adalah kebaikan dan keteladanan,” ujarnya.

Indonesia membutuhkan figur-figur tauladan yang menebarkan aura cinta dan kasih sayang serta persatuan dan kesatuan. Kita membutuhkan energi-energi tersebut agar kita mampu melangkah dan menatap Indonesia yang lebih baik. (*/win)