Monday, 14 October 2019

Tak Bawa KTP, Belasan Wanita Pemandu Kafe Diciduk

Sabtu, 13 Mei 2017 — 11:39 WIB
Rasia di Tangsel, disita  1.846 botol minuman keras (miras) dari sejumlah kafe. (anton)

Rasia di Tangsel, disita 1.846 botol minuman keras (miras) dari sejumlah kafe. (anton)

TANGSEL (Pos Kota) – Belasan cewek (wanita) malam pemandu karoke di sejumlah kafe di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  diciduk  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).  Sebagian tak membawa identitas diri (KTP). Disita pula  1.846 botol minuman keras (miras) dari sejumlah kafe.

“Saya lupa nggak bawa KTP Pak,” celetuk satu wanita berkaos merah dengan rok ketat saat ditanya petugas Satpol PP Kota Tangsel di Kafe Samudra, Ciputat, Sabtu dini hari (13/5). “Soalnya, ngak pernah ada razia seperti ini di lokasi sini,” tuturnya.

Dari belasan perempuan pekerja malam ini hampir sebagian mengaku lupa membawa identitas diri (KTP), akhirnya mereka didata satu persatu berkaitan dengan alamat dan tempat tinggalnya. Ikut pula didata pengunjung yang datang di lokasi itu tak luput dari pendataan petugas.

Hal serupa juga terjadi di salah satu kafe di Kelurahan Jurangmangu, Ciputat, sejumlah pekerja malam juga kebanyakan mengaku lupa membawa identitas diri berupa KTP.

“KTP saya ketinggal di kontrakan dan kebetulan kontrakan juga tak jauh dari tempat saya kerja disini,” ucap Nani, pekerja malam asal Sukabumi yang menjadi pemandu nyanyi karoke.

Tetap Didata

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Tangsel  Chaerul Saleh didampingi Kepala Seksi Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP setempat, Taufik Wahidin, mengatakan kegiatan ini berkaitan menjelang bulan puasa dan masih adanya keluhan masyarakat terhadap aksi penjualan miras maupun wanita malam di sejumlah kafe.

“Wanita malam itu tetap didata dan diberikan teguran berkaitan membawa identitas diri untuk kepentingan mereka sendiri,” ujarnya yang juga menambahkan tak hanya mendata wanita malam dan pengunjung saja tapi anggotanya juga menyita sekitar 1.846 botol miras berbagai merk baik yang dijual di kafe maupun toko atau kios di sejumlah kecamatan.

Kegiatan ini akan terus dilakukan mendekati bulan puasa terlebih masih banyak keluhan masyarakat berkaitan aktivitas warung, kios atau kafe yang menjual miras termasuk adanya wanita malam di tempat hiburan tersebut. (anton/win)