Sunday, 17 November 2019

Jokowi Serukan Umat Islam Dunia Harus Bersatu Tingkatkan Ukhwah Islamiyah

Senin, 22 Mei 2017 — 8:28 WIB
Presiden Jokowi di antara para pemimpin dunia seperti, Presiden AS Donald Trump, Raja Salman dan lainnya saat mengikuti Arab Islamic America Summit atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab Islam Amerika di Conference Hall King Abdulaziz Convention Center, Riyadh Arab Saudi, Minggu (21:5). (Ist)

Presiden Jokowi di antara para pemimpin dunia seperti, Presiden AS Donald Trump, Raja Salman dan lainnya saat mengikuti Arab Islamic America Summit atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab Islam Amerika di Conference Hall King Abdulaziz Convention Center, Riyadh Arab Saudi, Minggu (21:5). (Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi menyerukan umat Islam se dunia harus bersatu bersatu untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam).

“Persatuan umat Islam merupakan kunci untuk keberhasilan memberantas terorisme; janganlah energi kita habis untuk saling bermusuhan,” ujar Presiden.

‪Itu disampaikan Jokowi ketika berbicara di Arab Islamic America Summit atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab Islam Amerika di Conference Hall King Abdulaziz Convention Center, Riyadh Arab Saudi, Minggu (21/5/2017).

Preesiden menilai kerja sama pemberantasan radikalisme dan terorisme harus ditingkatkan, termasuk: pertukaran informasi intelijen; pertukaran penanganan FTF (Foreign Terrorist Fighters), peningkatan kapasitas.

‪“Semua sumber pendanaan harus dihentikan kita semua tahu banyaknya dana yang mengalir sampai ke akar rumput di banyak negara dalam rangka penyebaran ideologi ekstrem dan radikal. Semua aliran dana harus dihentikan,” tutur Presiden.

‪Jokowi menegaskan upaya menyelesaikan akar masalah harus ditingkatkan, ketimpangan dan ketidakadilan harus diakhiri; pemberdayaan ekonomi yang inklusif harus diperkuat

‪“Terakhir, saya berharap bahwa setiap dari kita harus berani menjadi “part of solution” dan bukan “part of problem” dari upaya pemberantasan terorisme. Setiap dari kita harus dapat menjadi bagian upaya penciptaan perdamaian dunia,” ujar Jokowi.

Presiden mengatakan Indonesia meyakini pentingnya menyeimbangkan pendekatan hard-power dengan pendekatan soft-power. Selain pendekatan hard-power, Indonesia juga mengutamakan pendekatan soft-power melalui pendekatan agama dan budaya.

‪“Untuk program deradikalisasi, misalnya, otoritas Indonesia melibatkan masyarakat, keluarga, termasuk keluarga mantan nara pidana terorisme yang sudah sadar; dan organisasi masyarakat,” kata Presiden.

‪Untuk kontra radikalisasi, lanjut Presiden, antara lain kita merekrut para netizen muda dengan follower yang banyak untuk menyebarkan pesan-pesan damai.

‪“Kita juga melibatkan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama untuk terus mensyiarkan Islam yang damai dan toleran,” tutur Presiden.

‪Pesan-pesan damailah yang harus diperbanyak bukan pesan-pesan kekerasan. Setiap kekerasan akan melahirkan kekerasan baru.

‪Dalam kesempatan itu, Presiden mengatakan bahwa pertemuan ini memiliki makna yang penting untuk mengirimkan pesan kemitraan dunia Islam dengan Amerika Serikat dan menghilangkan persepsi bahwa Amerika Serikat melihat Islam sebagai musuh.

(johara/sir)

Terbaru

Lutfi JW. (mia)
Minggu, 17/11/2019 — 22:00 WIB
Bersama Roy Kiyoshi
Ruben Onsu Disarankan Undang Penuduh Pesugihan Makan Siang Bersama
Sebuah alat berat mulai mengeruk saluran air di Jalan Agung Perkasa VII, Tanjung Priok. (deny)
Minggu, 17/11/2019 — 21:47 WIB
Cegah Banjir, Saluran di Sunter Agung Direfungsi