Thursday, 05 December 2019

Ngubek Situ Gede, Tradisi Menyambut Ramadhan di Bogor

Senin, 22 Mei 2017 — 11:04 WIB
ngubek Situ Gede

BOGOR (Pos Kota) – Tiap menjelang bulan Ramadhan, ada tradisi uni bagi warga Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.  Tradisi itu adalah Ngubek Situ Gede yang dikemas sebagai acara Pesta Rakyat. Tak kurang, Walikota Bima Arya dan pejabat bawahannya ikut hadir.

Mereka terjun ke situ (danau) untuk mencari ikan dengan berbagai peralatan yang dimiliki. Pesta itu sendiri digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu (20-21/5/2017). Ribuan warga sejak pagi memadati area danau Situ Gede dan hutan Cifor.

Selain Walikota Bogor Bima Arya,  hadir pula Camat Bogor Barat Pupung W. Purnama,  Kepala Dinas Perhubungan Rakhmawati, Kepala Dinas Patiwisata dan Kebudayaan Shahlan Rasyidi dan para Lurah se Kecamatan Bogor Barat.

Pada kesempatan itu Bima pun ikut menaiki perahu ke tengah tengah danau Situ Gede untuk menebar ikan dan penyapa pengunjung dan peserta ngubek situ.

Pesta rakyat ini digelar dalam rangka ‘mapag munggah’ atau menyambut datangnya bulan Ramadhan 1438 H dan Hari Jadi Bogor ke-535 yang akan diperingati 3 Juni 2017.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Situ Gede Eman Sulaeman mengatakan, ngubek setu sudah menjadi tradisi masyarakat Situ Gede sejak zaman kolonial Belanda.
Warga beramai-ramai nyebur ke setu untuk menangkap ikan.

“Jadi tradisi ini turun temurun. Dulu warga situ gede memanen ikan untuk makan sahur pertama puasa.  Namun seiring dengan perjalanannys waktu karena bulan puasa nyambung dengan Hari Jadi Bogor, maka tradisi tahunan ini dikaitkan pula dengan HJB,”kata Eman yang didampingi Lurah Situ Gede Achmad Dimyati.

Eman menyebutkan, di danau Situ Gede ini terdapat beragam jenis ikan konsumsi. Dan saat ngubek situ ini, selalu diikuti tidak hanya warga Kota Bogor tapi juga warga yang datang dari luar Bogor.

Lokasi sekitar Situ Gede dan hutan Cifor dipenuhi warga yang ingin menonton. Sementara jalan Situ Gede menjadi ramai, bahkan macet.

Selain itu, rerumputan dan pohon rindang di sekitar situ pun disulap menjadi lokasi piknik keluarga.  Momentum ini pun dimanfaatkan warga untuk cucurak atau makan bersama keluarga jelang puasa.

Tak hanya itu di sekitar hutan Cifor dan Situ Gede dipenuhi atusan pedagang makanan jajanan dan mainan anak- anak. “Ini sudah tradisi warga Setu Gede. Menyambut munggah jelang puasa,” kata Didi warga setempat. Aneka jenis ikan seperti nila, emas, dan mujair ditebar di situ seluas 4,6 hektare itu.  “Ada sekitar 4 ton ikan  kita tebar, ” kata Eman

Eman yang juga Ketua Panitia Pesta Rakyat menyebutkan. penebaran ikan pertama pada bulan Februari lalu oleh Wali Kota Bogor dan jajaran muspida,  dan penebaran ikan ke dua sehari jelang ngubek situ.

Bagi warga yang membawa jala dikenakan biaya Rp30 ribu untuk kebersihan situ Sedangkan yang menangkap ikan dipinggir situ dengan serokan tanpa dikenakan biaya atau gratis.  (yopi/win)