Saturday, 14 December 2019

Sidang Lanjutan

Terlibat Proyek e-KTP, Andi Narogong Sebut Mau Kembangkan Usaha

Senin, 29 Mei 2017 — 14:06 WIB
sidang e-ktp-yendhi

JAKARTA (Pos Kota) – Pengusaha Andi Narogong alias Andi Agustinus menyebut dirinya ikut bergabung dalam konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) hanya untuk mengembangkan usaha dirinya yang semula berkutat di bidang garment dan karoseri ke usaha percetakan.

Andi merupakan bos PT Cahaya Wijaya Kusuma yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi mega proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP yang saat ini dirinya menjadi saksi untuk dua terdakwa yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka yakni Irman dan Sugiharto.

Dalam kesaksiannya semula ia tertarik untuk menggeluti usaha dibidang percetakan setelah mendengar ada rencana pemerintah untuk membuat proyek besar berupa KTP berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan). Setelah itu, dirinya pada awal 2010 bertemu dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) Diah Anggraeni untuk menanyakan proyek pemerintah tersebut.

“Ibu Sekjen memberitahu saya benar akan diadakan proyek, tapi proyek tidak di ke-sekjenan silahkan berkoordinasi di adminduk waktu itu Plt Dirjennya pak Irman,” kata Andi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, (29/5/2017).

Kemudian, Andi mencoba menemui Irman namun sempat beberapa kali gagal. Setelah ada kesempatan bertemu, Irman hanya menjelaskan secara normatif terkait prosedur lelang. “Pak Irman mempersilahkan kepada seluruh konsorsium atau kepada pengusaha yang berminat untuk mengikuti proyek ini,” ujarnya.

Namun saat akan bergabung sebagai anggota konsorsium PNRI dirinya mendapat kendala berupa administrasi dan pengalaman.

“Namun ada sedikit kendala saya terbentur administrasi sehingga saya tidak bisa jadi anggota konsorsium. Kendala administrasi supal atau semacam ijin dari badan intelijen untuk scurity printing kemudian saya tidak ada kemampuan dasar dibidang percetakan,” papar pengusaha yang hanya jebolan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini.

Jaksa Abdul Basir kemudian menanyakan tekad dirinya tetap bersikukuh untuk terlibat dalam proyek yang akhirnya merugikan negara hingga Rp2,3 triliun ini.

“Lantas kenap saudara inging bergabung kedalam PNRI dalam projek e-KTP?,” tanya Abdul Basir.
“Tujuan saya sebenarnya sangat sederhana, saya ingin mengembangkan usaha dari yang semula garment kemudian karoseri kemudian saya ingin bergerak ke bidang percetakan,” jawab Andi Narogong.

Untuk deketahui, selain telah menetapkan dua tersangka mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto, dalam perjalanan kasus KPK juga telah menetapkan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai tersangka. Selain itu, satu tersangka lagi yakni mantan Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Hanura Miryam S Haryani. Namun, Miryam ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemberian keterangan palsu dalam persidangan.

(yendhi/sir)