Tuesday, 15 October 2019

Wuih, Kota Depok Raih WTP Enam Kali Berturut-turut dari BPK

Selasa, 6 Juni 2017 — 13:15 WIB
Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna didampingi Ketua DPRD setempat Hendrik T Allo saat menerima WTP ke enam kali berturut-turut dari BPK Propinsi Jabar. (anton)

Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna didampingi Ketua DPRD setempat Hendrik T Allo saat menerima WTP ke enam kali berturut-turut dari BPK Propinsi Jabar. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Wuih mantab. Untuk keenam kalinya secara berturut-turut, laporan keuangan 2016 Kota Depok meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terkait  Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI.

Keberhasilan ini dinilai berkat  hasil kerja keras seluruh jajaran Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) Pemkot,  dan mitra kerja anggota DPRD Depok.

“Ini merupakan hasil kerja keras dan kebersamaan serta kemitraan yang terbagun cukup baik antar Pemkot Depok dengan anggota DPRD setempat,” kata Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna didampingi Ketua DPRD setempat Hendrik T Allo saat menerima WTP untuk ke enam kali berturut-turut dari BPK Propinsi Jawa Barat, Selasa (6/6/2017).

Penghargaan ini tentunya menjadi semanggat dan spirit bagi Pemkot Depok untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan pembangunan serta perekonomian dan lainnya di tahun mendatang.

Keberhasilan meraih WTP enam kali berturut-turut tentunya tak lepas dari kinerja jajaran Badan Keuangan Daerah (BKD) dan iinspektorat Kota Depok dalam penangganan anggaran tahun 2016 mulai dari perencanaan, standar pemakaian, akutansi hingga pengendalian yang harus disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut dia, kehati-hatian dan terus belajar dari sejumlah pengalaman yang sudah-sudah dalam menggunakan keuangan negara di Pemkot Depok tentunya menjadi salah satu modal utama keberhasilan ini.

“Tanpa perencanaan, penyusunan anggaran hingga laporan keuangan yang baik dan benar tentunya menjadi salah satu modal untuk mengantisipasi kesalahan dalam penggunaan anggaran tersebut,” tutur Pradi Supriatna. (anton/win)