Monday, 14 October 2019

Program BPJS Ketenagakerjaan

Perlindungan Pekerja Rentan dan Ojek Online Diapresiasi Dunia Internasional

Selasa, 13 Juni 2017 — 13:30 WIB
Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto berbicara di Forum OECD dan ISSA di Berlin.

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto berbicara di Forum OECD dan ISSA di Berlin.

JAKARTA (Pos Kota) – Perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan dan ojek online oleh BPJS Ketenagakerjaan menjadi rujukan dunia internasional, khususnya  dari petinggi dan pemerhati jaminan sosial dunia yang tergabung dalam International Social Security Association (ISSA), Organization of Economic Co-operation and Development (OECD) dan Kementrian Tenaga Kerja Jerman

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto yang  diundang khusus menjadi salah satu pembicara dalam pertemuan OECD dan ISSA, “The Future of Social Protection” di Berlin mengungkapkan tentang pelaksanaan program perlindungan bagi Pekerja Rentan  dan pengojek online melalui Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran.

Agus  dalam materinya mengangkat situasi terkini pekerja rentan, yang jumlahnya cukup tinggi di Indonesia. Menurutnya, GN Lingkaran yang digagas BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu terobosan pemberian perlindungan bagi pekerja , karena  jumlahnya cukup besar, terutama di daerah perkotaan.

“Para pekerja rentan ini tidak mampu untuk ikut perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena  itu kami mengembangkan sistem crowdfunding untuk donasi  pembayaran  iuran kepesertaan mereka dengan memanfaatkan dana CSR atau sumbangan individu,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/6/2017)

Saat ini, lanjutnya, jumlah pekerja rentan yang telah dilindungi oleh GN Lingkaran  mencapai 300.000 orang di seluruh Indonesia. Sedangkan pengojek online yang dilindungi sudah sekitar 20.000 pekerja.

“Ojek Online sangat rawan terkena dampak sosial ekonomi apabila mengalami risiko kerja. Kami berusaha terus menjadikan mereka peserta melalui pendekatan komunitas. Saat ini sudah lebih dari 20.000 pekerja ojek online terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan,di seluruh Indonesia” ujar Agus.

Munculnya jenis ekonomi baru di Indonesia ini sudah diantisipasi oleh BPJS Ketenagakerjaan melalui program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sektor pekerja Bukan Penerima Upah (BPU). Pekerja dalam sektor ini bisa mendapatkan perlindungan dengan iuran yang sangat terjangkau yaitu sebesar Rp16.800 untuk 2 program perlindungan, JKK dan Jaminan Kematian.

Langkah-langkah BPJS Ketenagakerjaan ini mendapatkan apresiasi dalam forum ini dan akan dibahas lebih lanjut untuk dapat dipelajari dan diterapkan pada negara anggota ISSA dan OECD. Karena inisiatif tersebut sesuai dengan semangat ISSA untuk memastikan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh masyarakat dan prinsip “No One Left Behind” pada program Sustanainable Development dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

“Kami akan terus melakukan inovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dari luar negeri untuk memastikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja Indonesia dan pemberian manfaat sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja Indonesia,” pungkas Agus.(Tri/embun)