Wednesday, 23 October 2019

Gaji Presiden Jokowi dan Wapres Naik? Ini Kata Istana

Rabu, 28 Juni 2017 — 16:38 WIB
Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

JAKARTA (Pos Kota,) – Presiden Jokowi membantah kabar  yang menyebutkan, bahwa dirinya  bersama Wakil Presiden mendapatkan  kenaikan gaji.

“Tidak  benar Presiden Jokowi mendapatkan kenaikan gaji,” demikian siaran pers yang disampaikan Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden,  Bey Machmudin,  di Jakarta,  Rabu (28/6).

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla masih menerima gaji sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden.

Menurut Bey,  dalam pasal 2 Undang-Undang tersebut, tercantum bahwa gaji pokok Presiden adalah enam kali gaji pokok tertinggi pejabat di Indonesia selain Presiden dan Wakil Presiden. Sementara gaji pokok Wakil Presiden adalah empat kali gaji pokok tertinggi pejabat selain Presiden dan Wakil Presiden.

Selanjutnya, menurut Peraturan Pemerintah No. 75 Tahun 2000, gaji pokok tertinggi pejabat negara (Ketua DPR, MA, BPK) adalah sebesar Rp. 5.040.000 per bulan.

Dengan demikian, besarnya Gaji Pokok Presiden setiap bulannya adalah enam kali gaji tersebut, yaitu Rp. 30.240.000. Sedangkan Gaji Pokok Wakil Presiden setiap bulannya adalah empat kali dari gaji tersebut yakni Rp. 20.160.000.

Bey menambahkan adapun besarnya tunjangan jabatan yang diterima Presiden dan Wakil Presiden setiap bulannya sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001 yaitu sebesar Rp. 32.500.000 untuk Presiden dan Rp. 22.000.000 untuk Wakil Presiden.

“Dengan demikian, besaran penghasilan yang diterima oleh Presiden dan Wakil Presiden tidak mengalami perubahan sejak tahun 2001.,”  kata Bey dalam pernyataannya. (Johara/win)