Monday, 21 October 2019

Miris, Pasca-Libur Lebaran Sampah Berserak di Pantai

Rabu, 5 Juli 2017 — 23:15 WIB
Sampah kotori pantai

Sampah kotori pantai

LAMPUNG (Pos Kota) – Saat liburan Lebaran sejumlah tempat wisata di Kabupaten Pesawaran, Lampung banyak dikunjungi warga namun mereka tidak memelihara kebersihan pantai. Sampah bertebaran dibiarkan saja termasuk oleh pengelola. Hal ini masih terlihat Rabu (5/7/2017) sore tidak juga ada yang datang membersihkan .

Sampah menumpuk itu jelas terlihat kata, Ketua Watala Lampung Edi Karizal berdasarkan hasil penelusuran di beberapa lokasi wisata yang ada di Kabupaten Pesawaran seperti di Pantai Mutun, Ringgung, Klara, Ketapang dan Pahawang yang paling favorit dikunjungi wisatawan lokal maupun dari luar Lampung.

“Seharusnya pengelolaan sampah itu bagian dari wisata yang harus dilakukan dan menjadi perhatian pemerintah daerah setempat,” kata Edi.

Menurutnya, wisata Lampung mulai booming, nanti pengunjung banyak yang lari jika soal smpah tidak dibenahi

“Memang ada tempat sampah, tapi pengunjung buang sembarangan pengelola membiarkan. sampah itu mengumpul di pantai,” kata dia.

Dijelaskannya bahwa wisata itu menyangkut keindahan, wisata itu jangan merusak pendapatan nelayan berikutnya dengan merusak terumbu karang.

Dikonfirmasi Dirut PT. Pantai Sari Ringgung Andre menegaskan bahwa pengelolaan sampah di kawasan wisata ini, tidak ada petugas kebersihan. Kebersihan hanya dilakukan secara kekeluargaan dengan bergotong royong mulai Pukul 16.30 WIB.

“Kalau di laut saya rasa orang sangat jarang buang sampah, lebih ke pantainya, jadi kalau yang dilaut itu tergantung anginnya ada Barat, Selatan, dan Utara, tapi kalau angin lagi ke tempat kita otomatis sampah yang di tengah laut itu dia minggir dan dia nantinya hilang sendiri, saya rasa bukan pantai kita saja, mungkin pantai-pantai lainnya juga kebagian itu, “ujarnya.

Ketika ditanyai mengenai sampah yang berserakan di areal pantai , menurutnya bahwa kalau hal itu umum, dalam artian sampah botol minuman sudah tidak ada lagi.

sampahlagi

“Angkutan sampah yang sudah tidak mampu lagi menampung sampah di TPS sementara milik desa, meskipun demikian kami sanggup untuk membayar iuran angkutan sampah tersebut mulai dari tiap-tiap rumah dan pemilik usaha di Ketapang ini dengan tarif dari Rp.15 ribu hingga Rp.20 ribu,”jelasmya.
Ditambahkan Andre bahwa uang parkir motor dan mobil beda dari hari biasanya. Jika hari biasa dikenakan tarif Rp. 10 ribu pada liburan Idul Fitri 1348 H menjadi Rp.12 ribu.

Sedangkan penyewaan perahu penyeberangan menuju pulau Pahawang dan Tanjung Putus sekitarnya dikenakan kenaikan tarif Rp.100 Ribu hingga Rp.700 Ribu. (koesma)