Tuesday, 12 November 2019

Ini Lima Perintah Jokowi Kepada Polri

Senin, 10 Juli 2017 — 11:25 WIB
Presiden Jokowi memeriksa pasukan upacara.(yendhi)

Presiden Jokowi memeriksa pasukan upacara.(yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan lima instruksi kepada seluruh jajaran Polri. Hal itu disampaikan saat memperingati HUT ke-71 Bhayangkara  yang berlangsung di Monumen Nasional (Monas).

“Sebelum mengakhiri amanat ini, saya akan memberikan intruksi kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk terus meningkatkan kinerjanya melalui upaya-upaya,” kata Jokowi di lapangan silang Monas, Senin, (10/7/2017).

Adapun lima intruksi tersebut, adalah:

1. Perbaikan managemen internal Polri untuk menekan budaya negatif seperti korupsi, penggunaan kekerasan yang berlebihan dan arogansi kewenangan.

2. Mantabkan soliditas internal dan profesionalisme Polri guna mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

3. Optimalkan medernisasi Polri dengan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik.

4. Tingkatkan kesiapsiagaan operasional, melalui upaya deteksi dini dan deteksi aksi dengan strategi polisional proaktif. Dengan demikian Polri tetap dapat lincah bertindak dalam menghadapi perkembangan situasi yang meningkat secara cepat.

5. Tingkatkan kerjasama, koordinasi, dan komunikasi dengan semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat serta kolega internasional sebagai implementasi pendekatan sinergi polisional, guna mewujudkan situasi kamtibnas yang kondusif.

(Baca: Empat Anggota Polres Bogor Dapat Penghargaan Presiden)

“Saya selaku kepala negara tetap berkomitmen untuk mendukung terbentuknya Polri yang kuat, handal, dan profesional. Supaya tugas Polri untuk menjaga stabilitas kamtibnas, menegakkan hukum dan sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dapat dilaksanakan secara optimal,” tutur Jokowi.

Tidak lupa, orang nomor satu di Indonesia tersebut mengucapkan selamat HUT ke-71 Bhayangkara.

“Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia yang ke-71. Terus tegaklah menjadi rasta sewakottama, abdi utama nusa,” pungkasnya.

(yendhi/sir)