Friday, 15 November 2019

Di-DO Saja Pelaku Bully Pada Mahasiswa Berkebutuhan Khusus

Minggu, 16 Juli 2017 — 19:37 WIB
Potongan video yang adegan bully mahasiswa berkebutuhan khusus (autis) di kampus yang disebutkan Kampus Gunadarma. (ist)

Potongan video yang adegan bully mahasiswa berkebutuhan khusus (autis) di kampus yang disebutkan Kampus Gunadarma. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah kasus video pembully-an anak berkebutuhan khusus menjadi viral dan membuat geger dunia media sosial, muncul pernyataan  dari pihak BEM FIKTI UG, seperti diunggah oleh akun @thenewbikingregtan, 15 jam lalu.

Seperti diberitakan, akun ini merupakan pihak pertama yang mengunggah video yang menggegerkan dunia pendidikan Indonesia itu.  Dalam pernyataan itu diungkapkan, bahwa BEM FIKTI UG sudah menelusurinya dan melaporkan kepada pihak kampus.

Juga disebutkan, pihak BEM FIKTI UG memohon kepada teman-teman dan mahasiswa UG yang mengetahui informasi kontak pelaku perekaman beserta semua teman-teman pelaku bulying terkait video tersebut, dapat disampaikan kepada dua akun yang disediakan.

Sementara itu, akun @thenewbikingregtan memposting juga pernyataan mengejutkan, seorang anak yang melakukan pembulian terhadap @muhammadfarhan2315. Anak yang mengaku menyatakan bahwa pembulian semacam itu memang sudah sering dilakukakan oleh sesama teman di kampusnya.

(Baca: Viral di Medsos, Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Di-bully di Gunadarma, Pelaku Diincar)

Terkadang pelecehan dilakukan denganc ara menduduki motor korban oleh tida orang, kadang korban dipukul, atau ditarik tasnya. Pembully-an dilakukan, setidaknya seminggu sekali. “Semoga para PELAKU meminta maaf atas apa yg telah mereka lakukan kepada Farhan,” ujar @thenewbikingregtan.

Banyak komentar dari para netizen terhadap postinyan ini. Semua menyatakan kekesalan dan menghujat para pelaku. Aku almeera.kidsbabyshop meminta, kasus itu dilaporkan ke polisi saja. “dilaporkan ke polisi aja, mahasiswa kok pikirannya ga maen gt,” ujarnya.

Sedangkan akun @nunik jafraconsultant menyebut itu sebagai krisis moral, harusnya pada berfikir sebelum melakukan tindakan seperti itu.

“Krisis moral….kalo kebanyakan pelaku.kriminal minta maaf dimaafin …trus buat apa ada penjara,hakim,jaksa,pengacara dan indonesia sebagai negara hukum? Minta maaf muluk …makanya thinking before You act !!! Mahasiswa kelakuan kayak anak gak sekolah,” ujarnya.

(Baca: Viral di Medsos, Mahasiswa Berkebutuhan Khusus Di-bully di Gunadarma, Pelaku Diincar)

“Hrs ad sanksi tegas dr pihak kampus. buatlah para pelaku menjadi jera dan mahasiswa selanjutnya/yg lainnya jd berfikir 2x untuk melakukan hal yg sama. DO salah 1 nya. Jgn ragu2 untuk memberi sanksi kpd mahasiswa yg sdh membuat mahasiswa lain tdk nyaman dan membuat nama kampus/univ tercoreng atas perilaku2 mereka yg kurang ajar,” ujar @alyssa ami.

“Biar kapok tuh orang , waktu kerjain anak orang seenak jidatnya,kelar dah hidup Lo ,tidak ada kt maaf ,langsung usut tuntas,” ujar @dyah rp28.

Follower @primajani memberi nasihat yang patut diperhatikan. “Anak saya Aulia satria Niloperbowo, autistik, kuliah smt 3 di fak. Seni dan sastra univ. Pasundan Bandung. Alhamdulillah tidak pernah diperlakukan seperti ini. Para pembully tidak tahu perjuangan kami ortu2 anak soesial spy mereka bisa mandiri apalagi sampai kuliah! Airmata, uang, waktu, sabar, doa dll dll telah kami keluarkan! Dan kamu cuman ngetawain doang?,” ujarnya

“YAA ALLAH HATI INI MENANGIS SAAT MELIHAT VIDEO SETEGA INI. Apalagi kalian yg menyaksikan langsung di tempat kejadian, apakah kalian tidak punya hati. Dia manusia special pilihan Tuhan, jangan lah kalian berbuat sejahat itu kepada dia. Sesusngguhnya dia adalah makhluk paling SEMPURNA karna dia tabah dan sabar menghadapi BULLYAN KALIAN. !!!,” ujar akun @seleamiaz.

Masih banyak pernyataan dan hujatan kepada para pelaku pembully-an tersebut. (win)