Monday, 09 December 2019

Bea Cukai, BNN dan Polisi Terus Perangi Pengedar Narkoba

Selasa, 18 Juli 2017 — 19:14 WIB
Barang bukti sabu yang disimpan disepatu (imam)

Barang bukti sabu yang disimpan disepatu (imam)

TANGERANG (Pos Kota) – Kantor Bea Cukai bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengagalkan penyelundupan narkoba melalui jalur udara. Sebanyak 50 kilogram sabu disita selama tiga hari terakhir.

Rangkaian penindakan ini diawali dengan diamankannya dua WNI berinisial MY dan MI di Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat (14/7/2017). Dua pria yang sindikat narkotika Aceh ini nekat membawa 508 gram kristal laknat di sepatunya.

“Dari keterangan pelaku, barang haram itu dibawa dari Batam untuk diserahkan kepada MI di Bali,” kata Kepala Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Erwin Situmorang, Selasa (18/7/2017).

Modus penyelundupan yang sama digagalkan Bea Cukai Soekarno-Hatta , Sabtu (15/7/2017). Tiga calon penumpang pesawat diamankan setelah mendapat atensi dari pihak BNN. Ketiga WNI berinisial J, YS, dan HS yang merupakan kurir narkotika.

“Saat digeledah, petugas menemukan paket sabu, dengan berat total 2,02 kilogram, di dalam sepatu para pelaku,” ucapnya.

Di hari yang sama, Bea Cukai Jambi juga menggagalkan penyelundupan sabu, setelah mendapatkan informasi dari Subdit Narkotika Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai dan BNN terkait pengiriman narkotika. Dua orang WNI kembali diamankan di Bandara Sultan Thaha, Jambi.

“Keduanya kedapatan menyembunyikan satu kilogram sabu di dalam barang bawaannya,” ungkapnya.

Petugas Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara bekerja sama dengan BNN juga mengungkap adanya dugaan penyelundupan narkotika yang berasal dari Malaysia menuju Indonesia melalui perairan pesisir timur Sumatera Utara.
Menindaklanjuti informasi itu, petugas Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara segera koordinasi dengan BNN dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk melaksanakan operasi terpadu .
“Hasilnya, tim mengamankan tiga pelaku berikut 44 kilogram sabu di area parkir SPBU Pasar Bengkel di Perbaungan,” kata Erwin.

Dari keterangan tiga tersangka, petugas mengamankan tujuh tersangka lainnya. Saat hendak ditangkap oleh petugas gabungan, tersangka, BJ dan MS melawan, sehingga ditembak mati.

Petugas gabungan mengamankan tersangka dan barang bukti berupa 44 kilogram sabu, 4 unit sepeda motor, 3 unit minibus, beberapa kartu identitas, satu pucuk senjata api, dan peluru ke Kantor Kepolisian Daerah Sumatera Utara.
Kasus selanjutnya yang ditangani oleh Bea Cukai dan BNN adalah penyelundupan empat kilogram sabu dari Medan ke Palembang, pada Minggu (16/7/2017), oleh penumpang bus berinisial ED dan NH. Keduanya bertugas sebagai kurir, mengantarkan sabu kepada ND dan FA di Palembang dan berencana membawa sabu tersebut ke Denpasar, Bali.

Petugas bertindak saat keempatnya erah terima barang bukti. Penindakan terhadap kasus ini, diawali adanya informasi dari Subdit Narkotika Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC.

“Penindakan lima kasus penyelundupan sabu ini menambah panjang daftar penindakan narkotika dan psikotropika di seluruh Indonesia, dimana sepanjang tahun 2014 hingga 2017 Bea Cukai telah menindak 677 kasus dengan barang bukti yang diamankan sebesar 2.257,75 kilogram,” ungkapnya. (imam)