Tuesday, 12 November 2019

Usul Staf Ahli Setiap Anggota DPRD, Djarot: Biayanya Gimana?

Jumat, 21 Juli 2017 — 11:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.(ikbal)

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mempertanyakan asas manfaat terkait usulan DPRD DKI Jakarta yang inginkan tenaga ahli atau staf ahli untuk setiap anggota DPRD.

Djarot menilai anggota Dewan belum membutuhkan staf ahli seperti yang diusulkan pada rapat paripurna yang membahas pandangan umum atas Raperda Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD DKI Jakarta.

“Staf ahli itu tidak harus masing-masing anggota dewan punya. Jangan sekedar tempelan. Tapi apa kontribusinya? Apa keahliannya? Jadi kalo saya, liat manfaatnya dan kontribusinya,” ujar Djarot di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Sebelumnya pada rapat paripurna yang membahas pandangan umum atas Raperda Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD DKI Jakarta, empat fraksi di DPRD mengusulkan adanya staf ahli untuk setiap anggota dewan. Keempat fraksi tesebut adalah Fraksi Gerindra, Demokrat-PAN, PKS, dan PKB.

Lebih lanjut Djarot lebih setuju jika staf ahli untuk masing-masing fraksi di DPRD. Mantan Walikota Blitar ini khawatir jika staf ahli untuk masing-masing anggota dewan membebani APBD DKI.

“Maka staf ahli kalo bisa di staf ahli fraksi, silahkan. Tapi kalau staf ahli masing-masing dewan punya, maka tambah 106 (orang) lagi. Itu biayanya gimana?” imbuh Djarot.

“Otomatis kalau usulan dari DPRD kita kasih masukan agar sempurna dan tidak melanggar ketentuan dan bermanfaat. Bermanfaat dan tidak terlalu bebani APBD,” pungkas Djarot.

(ikbal/sir)