Sunday, 17 November 2019

Anggota DPRD DKI ke Hongkong, Namun Setelah Ini…

Rabu, 2 Agustus 2017 — 21:51 WIB
M. Taufik

M. Taufik

JAKARTA (Pos Kota) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta akan melakukan studi terkait operasional Mass Rapit Transit (MRT) ke Hongkong. Wakil Ketua DPRD DKI, M. Taufik mengaku pihaknya akan melakukan studi ke Hongkong setelah direksi MRT memberikan penjelasan dengan permintaan penambahan anggaran.

Diketahui PT MRT mengusulkan permintaan anggran sebesar Rp2,56 triliun kepada DPRD DKI. PT MRT meminta kekurangan dana pada fase I itu diberikan bersama anggaran fase II Rp 22,5 triliun. Atas permintaan tersebut, Taufik mempertanyakan alasan sehingg terdapat kekurangan anggaran sebesar itu.

“Menurut saya dia (MRT) belum kasih jawaban tuh ke kita atas pertanyaan yang tambahan Rp 2,5 triliun untuk apa aja. Kan jawabannya belum. Misalnya buat perubahan desain sampai hampir setengah triliun. Itunya jawab dulu ke kita. Ya untuk apa, kan kita mau studi, kalau itu belum dijawab,” tandasnya di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2017).

Politisi Partai Gerindra ini juga mempertanyakan kewajiban kekurangan anggaran dibebankan kepada Pemprov DKI Jakarta sepenuhnya. Menurutnya, MRT sebagai proyek nasional, anggrana dibebankan secara bersama-sama.

“Terus yang lucu lagi, kan Rp2,5 tambahan biaya. Kenapa ga bagi dua, pemerintah pusat 49 persen, kita 51 persen. Kok semuanya dibebankan kepada DKI,” pungkas Taufik. (ikbal)