Friday, 13 December 2019

LPSK Akan Lindungi Asisten Rumah Tangga Korban Kekerasan

Selasa, 8 Agustus 2017 — 20:57 WIB
lpsk3

JAKARTA (Pos Kota) – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) membuka layanan pemulihan bagi korban kekerasan rumah tangga (KDRT) serta para asisten rumah tangga (ART).

Nantinya, para korban yang mendapat perlakuan kasar dari majikannya mendapat bantuan hukum hingga proses ganti rugi. Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai mengatakan, perlindungan itu berupa restitusi kepada masyarakat yang mengalami trauma medis maupun psikis.

“Karena sudah ada UU 23/2004 yang sudah kita perjuangkan. Undang undang tersebut mendefinisikan KDRT dalam bentuk kekerasan fisik, kekerasan psikis, seksual dan penelantaran,” katanya, Selasa (9/8).

Dikatakan Semendawai, bagi korban yang mengajukan perlindungan, akan diberikan fasilitas berupa pemenuhan hak prosedural, perlindungan hukum, bantuan rehabilitasi (medis, psikologis mauoun paikososial) serta fasilitas restituai atau ganti rugi. “Belajar dari banyaknya kasus tersebut, makanya kami akan beri perlindungan lebih bagi para korban,” ujarnya.

Upaya perlindungan yang diberikan LPSK, kata Semendawai, diharapkan mampu memulihkan korban agar bisa menjalankan fungsi sosial. Karena hal itu nantinya dapat mengembalikan kehidupan para korban seperti semula. “Pemulihan korban sangat penting ketimbang memikirkan penghukuman kepada pelaku,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua LPSK, Lies Sulistiani mengatakan, sedikitnya ada 3163 orang yang meminta perlindungan. Sebanyak 2460 orang diantaranya sedang dalam penanganan. “Dari banyaknya jumlah itu, LPSK harus dilayani setiap hari 30 korban. Mungkin kalau dihitung secara keseluruhan di semua Provinsi Indonesia bisa mencapai ribuan,” katanya.

Lies menambahkan, hak-hak korban tersebut perlu diberikan perhatian khusus oleh aparat penegak hukum, khususnya hakim serta jaksa dalam upaya pemenuhan hak ganti rugi (restitusi) bagi korban. Sehingga dapat membantu korban untuk menghadapi kehidupan selanjutnya. “Namun dalam pelaksanaannya masih ada saja kendala kendala yang harus segera diatasi,” tandasnya. (Ifand/M1/win).