Monday, 11 November 2019

Timpora Bandara Soekarno-Hatta Amankan 24 WNA

Jumat, 11 Agustus 2017 — 22:42 WIB
Enang Syamsi memeriksa WNA yang diduga memiliki masalah hukum. (Awang)

Enang Syamsi memeriksa WNA yang diduga memiliki masalah hukum. (Awang)

TANGERANG (Pos Kota) – Operasi tiga hari, Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kantor Imigrasi Kelas I Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mengamankan 24 warga negara asing (WNA) dari berbagai tempat. Mereka berasal dari Nigeria, Libya, Bangladesh dan Taiwan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta, Enang Syamsi menjelaskan, puluhan WNA tersebut tidak memiliki paspor, dan yang paspornya masih diragukan keasliannya.

Mereka merupakan hasil operasi Timpora yang digelar pada Rabu hingga Kamis (8-10/8).

“Sebagian paspor mereka masih kami dalami,” kata Enang Syamsi, Jumat (11/8).

Sepuluh dari 24 yang terjaring dilakukan penahanan karena diduga memiliki persoalan hukum. “Mereka akan diproses secara hukum,” kata Enang lagi. Setelah semua proses berjalan, baru lah kemun gkinan ada deportasi.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam pelaksanaan operasi tersebut Timpora dibagi menjadi 4 group yang dalam pelaksanaannya tetap bersikap humanis. “Kami melakukan smile operations, tapi tegas,” tuturnya.Adapun tempat diamankannya WNA tersebut mulai dari Ruko Sedayu hingga Taman Palem, Jakarta Barat.

“Saya katakan operasi tersebut mengedepankan operasi senyum. Tapi bukan berarti kita lemah. Semua dokumen mereka akan kita pelajari. Apakah ada pihak sponsor atau penjamin yang bersangkutan, masih kita dalami,” ungkapnya.Secara umum, mereka melakukan pelanggaran keimigrasian, mereka datang ke Indonesia menggunakan Visa wisatawan yang gratis.

Selain itu, petugas imigrasi Bandara Soetta juga mengamankan seorang pria berkewarganegaraan Iran yang bernama Navid Hooshmand (24). Ia diamankan sesaat setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Selasa (1/8) lalu lantaran memiliki 2 paspor yang salah satu diantaranya diduga palsu.

Timpora juga mengamankan seorang WNI yang siap-siap keluar negeri, namun belum dijelaskan ide ntitasnya.(Awang/win)