Saturday, 19 October 2019

Dituntut 12,5 Tahun Penjara, Patrialis Akbar: Innalillah…

Senin, 14 Agustus 2017 — 14:28 WIB
Mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar. (ikbal)

Mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar. (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar menolak anggapan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yeng menyebutkan terbukti bersalah dalam kausu suap uji materi di MK oleh pengusaha Basuki Hariman.

Patrialis menganggap tuntutan tersebut sebagai sebuah musibah.

Dalam hal ini, jaksa menuntut Patrialis pidana penjara selama 12 tahun dan 6 bulan dan denda 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Patrialis juga dituntut membayarkan uang pengganti yang jumlahnya sama dengan harta benda dari tipikor, sejumlah 10 ribu dola AS dan Rp4.043. 195 dengan ketentuan apabila tidak membayar uang pengganti setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap maka harta benda akan disita oleh jaksa untuk dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Jika tidak memiliki harta benda yng cukup untuk mengganti uang tersebut. maka dipidana penjara selama 1 tahun.

(Baca: Patrialis Dituntut 12,5 Tahun Penjara)

“Pertama saya mengucapkan innalillahi wa innailaihi rajiun,” ujarnya usai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (14/8/2017).

Patrialis memastikan akan membuat nota pembelaan atau pledoi secara terpisah dari kuasa hukumnya. Patrialis berkeyakinan pledoinya akan akan mejadi pertimbangan dalam persidangan

“Tinggal saya persiapkan diri untuk ajukan pembelaan minggu depan dan saya memiliki keyakinan fakta persidangan ini Insya Allah akan menjadi pertimbangan yang absolut dalam persidangan,” tandasnya.

Persidangan akan dilanjutkan pekan depan, Senin (21/8/2017) dengan pembacaan nota pembelaan atau pledoi atas tuntutan jaksa KPK.
(ikbal/sir)