Sunday, 08 December 2019

Patrialis nilai jaksa KPK mengarang

Dituntut penjara 12,5 tahun penjara dan denda Rp500 juta

Senin, 14 Agustus 2017 — 15:18 WIB
Patrialis Akbar.(ikbal)

Patrialis Akbar.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar menilai tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dirinya tidak sesuai  dengan fakta-fakta dalam persidangan.

Patrilalis menyebut jaksa membuat karangan sendiri yang melenceng dari fakta persidangan untuk membuat tuntutan terhadap dirinya

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya kepada JPU banyak hal yang saya lihat itu adalah fiksi. Semacam karangan-karangan yang dibuat tidak berdasar pada fakta-fakta persidangan. Tapi kita tetap hoirmati, karena itu adalah pikiran yang bisa diambil kesimpulan oleh JPU,” ujarnya usai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (14/8/2017).

(Baca: Dituntut 12,5 Tahun Penjara, Patrialis Akbar: Innalillah…)

Jaksa menuntut Patrialis pidana penjara selama 12 tahun dan 6 bulan dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. Patrialis juga dituntut membayarkan uang pengganti yang jumlahnya sama dengan harta benda dari tipikor, sejumlah 10 ribu dola AS dan RP4.043. 195,  dengan ketentuan apabila tidak membayar uang pengganti setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap maka harta benda akan disita oleh jaksa untuk dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Jika tidak memiliki harta benda yang cukup untuk mengganti uang tersebut. maka dipidana penjara selama 1 tahun.

Atas tuntutan tersebut, Menteri Hukum dan HAM era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi pada pekan depan, Senin (21/8/2017).

“Tinggal saya persiapkan diri untuk ajukan pembelaan dan saya memiliki keyakinan fakta persidangan ini Insha Allah akan menjadi perttimbangan yang absolut dalam persidangan,” pungkas Patrialis. (ikbal/tri)