Friday, 06 December 2019

Eksepsi Belum Siap Sidang Koperasi Pandawa Ditunda

Senin, 14 Agustus 2017 — 23:11 WIB
Dumeri alias Nuryanto pimpinan Koperasi Pandawa yang diduga menipu ribuan nasabah saat sidang di PN Depok

Dumeri alias Nuryanto pimpinan Koperasi Pandawa yang diduga menipu ribuan nasabah saat sidang di PN Depok

DEPOK (Pos Kota) – Terdakwa Dumeri alias Nuryanto alias Salman, pemimpin koperasi Pandawa yang diduga menipu ribuan nasabah kembali ditegur Tim Majelis Hakim saat sidang pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Teguran itu berkaitan adanya tiga surat kuasa yang mendampingi terdakwa Dumero alias Nuryanto. Setelah ditegur hakim akhirnya terdakwa menunjuk dua pengacara dan dari Yayasan Perlindungan Masyarakat (Yaperma) akhirnya dicabut di ruang sidang.

Namun ternyata eksepsi terdakwa terhadap dakwaan JPU ternyata belum siap semuanya. Bahkan, saat sidang lanjutan belasan pengacara kasus dugaan penipuan koperasi Pandawa yang dipimpin Muklis tidak siap lagi walaupun sudah seminggu diberikan waktu.

“Tolong perhatikan dan dengarkan masalah ini walaupun terdakwa belum siap maupun tidak mengajukan eksespi kegiatan sidang tetap akan dilanjutkan,” tegas hakim ketua FY Tri Joko Senin (14/8).

Sidang akan dilanjutkan tanggal 16 Agustus 2017 untuk pembacaan eksepsi terdakwa dan penasehat hukum.

Sebelumnya, tim majelis hakim di PN Depok terpaksa mengusir terdakwa Dumeri alias Nuryanto dan pengacara karena belum siap mengikuti sidang.

Dalam dakwaan tim JPU Kajari Depok, mengatakan ke 27 terdakwa baik Dumeri alias Nuryanto selaku pimpinan Koperasi Pandawa maupun 26 terdakwa yang sebagai leader didakwa dengan dua dakwaan yaitu pasal 46 ayat 1 UU RI no. 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU RI no. 7 tahun 1992 tentang perbankan Jo pasal 69 UU RI No. 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 Jo pasal 64 ayat 1 KUHP dan pasal 378 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 jo 64 ayat 1 KUHP dengan hukuman maksimal 6 tahun dengan denda Rp 15 miliar. (anton)