Wednesday, 20 November 2019

Patrialis Dituntut 12,5 Tahun Penjara

Senin, 14 Agustus 2017 — 14:22 WIB
Patrialis Akbar

Patrialis Akbar

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan Hakim Konstitusi (MK) Patrialis Akbar dituntut penjara selama 12,5 tahun penjra oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (14/8/2017).

Jaksa berkeyakinan Patrialis terbukti melakukan tindakakn seperti yang didakwaan yakni menerima suap dari pengusaha Basuki Hariman. Suap itu diduga diberikan agar Patrialis mengabulkan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014.

“Menuntut majeis hakim tipikor memutuskan menyatakan terdakwa Patrialis Akbar telah terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti menurut hukum melakukan tindak pidana korupsi. menjatuhkan pidana terhadap patrialis akbar berupa pidana penjara selama 12 tahun dan 6 bulan dan denda 500 juta subsider 6 bulan kurungan,” ujar jaksa saat sidang.

Jaksa juga menuntut Patrialis membayar uang pengganti yang jumlahnya sama dengan harta benda dari tipikor, sejumlah 10 ribu dolar AS dan Rp4.043. 195.

Ketentuannya, apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap maka harta benda akan disita oleh jaksa untuk dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Jika tidak memiliki harta benda yng cukup untuk mengganti uang tersebut. maka dipidana penjara selama 1 tahun.

Jaksa KPK, dalam melakukan tuntutan mempertimbangkan beberapa hal yang memberatkan, di antaranya Patrialis mencoreng lembaga peradilan karen terlibat dlama tindak pidana korupsi, yakni penyuapan. Patrialis juga dinilai berbelit-belit dalam memberikan keterangan selama persidangan.

“Terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Perbuatan terdakwa selaku hakim telah merusak kepercayaan masyarakat, khususnya lembaga peradilan, khususnya Mahkamah Konstitusi. Ketigi, terdakwa berbeli-belit dalam mengemukakan keterangan dalam persidangan,” tandas jaksa KPK.

Sedangkan, hal yang meringankan yakni Patrialis dinilai berlaku sopan dalam pemeriksaan di persidangan dan masih mempunyai tanggungan keluarga.

Persidangan akan dilanjutkan pekan depan, Senin (21/8/2017) dengan pembacaan nota pembelaan atau pledoi atas tuntutan jaksa KPK. (ikbal/win)