Monday, 09 December 2019

Sambut HUT Kemerdekaan RI

MPR, DPR, DPD RI Siap Sambut Pidato Presiden Jokowi

Selasa, 15 Agustus 2017 — 10:39 WIB
Pimpinan MPR meninjau gladi bersih persiapan sidang tahunan MPR. Tampak (dari kiri ke kanan) ketua DPD RI Oeman Sapta Odang, Wakil MPR Hidayat Nurwahid, EE Mangendaan, Ketua MPR  Zulkifli Hasan, dan Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono. (timyadi)

Pimpinan MPR meninjau gladi bersih persiapan sidang tahunan MPR. Tampak (dari kiri ke kanan) ketua DPD RI Oeman Sapta Odang, Wakil MPR Hidayat Nurwahid, EE Mangendaan, Ketua MPR  Zulkifli Hasan, dan Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono. (timyadi)

JAKARTA (Pos Kota) – Pimpinan MPR, DPR, dan DPD RI, kemarin, telah meninjau persiapan akhir sidang pada 16 Agustus, menyambut HUT ke-72 Kemerdekaan RI. Ketiga lembaga negera itu siap menggelar pidato laporan kinerja tujuh lembaga negara, termasuk Presiden Jokowi.

Dalam peninjauan kemarin, tanpak ketua MPR RI Zulkifli Hasan ,ketua DPD RI Oeman Sapta Odang (OSO),wakil MPR Hidayat Nurwahid, EE Mangendaan  meninjau jalannya  gladi bersih di ruang Graha Sabha Paripurna, Gedung Kura-kura,  Senayan.

Dalam gladi bersih itu, sejumlah pegawai DPD dan MPR memperagakan persiapan, di antaranya menyambut dan dan menampilkan seluruh rangkaian peragaan pidato Presiden Jokowi, yang rencananya digelar 16 Agustus.

Sedangkan dari DPR, juga mengadakan peninjauan yang dilakukan Wakil Ketua DPR  Korkesra Fahri Hamzah. Ia  meninjau pelaksanaan gladi bersih  keseluruhan rangkaian Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR dan DPD RI, serta Sidang Paripurna DPR RI Pembukaan masa Sidang I Tahun Sidang 2017-2018.

“Semua sudah bagus. Kita siap menunggu kedatangan Presiden beserta anggota kabinet dan seluruh undangan,” ujar Fahri, di DPR, Selasa (15/8/2017).

Fahri berharap agar dalam pidato kenegaraannya, Presiden Jokowi mampu memberikan inspirasi, motivasi dan semangat. Dan dalam pidato anggaran, Presiden diharapkan untuk memaparkan proposal-proposal teknis, khususnya tentang bagaimana Presiden akan membiayai sisa infrastruktur, dan apakah presiden akan meneruskan kebijakan pencabutan subsidi yang dirasakan cukup menyulitkan bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan pidato presidennya dapat memberi semangat kepada kita, supaya kita bisa maju terus. Pidato Kenegaraan Presiden diselenggarakan untuk kepentingan umum, yang dilakukan pada setiap Hari Ulang Tahun Kemerdekaan,” ujarnya.

“ Kita berharap, Presiden memberi tenaga dalam pidatonya, kepada rakyat dan bangsa Indonesia. Tidak boleh ada pesimisme, ketakutan, kecemasan yang berlebihan. Presiden harus membangkitkan optimisme dan memberikan motifasi, serta membuat kita bangga sebagai bangsa,” tandasnya. (timyadi/win)